Volume Perdagangan Mata Uang Euro Tinggi Setelah ECB Menyampaikan Kebijakan Moneter Terbarunya

Perdagangan hari Kamis kemarin (12/9) terlihat mata uang Euro mengalami pergerakan dengan volume yang sangat besar. Pergerakan tersebut disebabkan oleh rapat yang dilakukan bank sentral Eropa dalam menentukan arah kebijakan moneter terbarunya. Hasilnya ECB memutuskan untuk memotong tingkat suku bunga Eropa dan memberlakukan kembali pelonggaran kuantitatif atau QE.

Sementara itu dilansir dari Reuters bahwa bank sentral Eropa memutuskan untuk melakukan pemangkasan pada suku bunga depositonya. Pemotongan dilakukan sebesar 10 basis poin menuju ke -0,5 persen. Sementara itu untuk main refinancing facility tidak mengalami perubahan tetap di level 0 persen. Untuk tingkat suku bunga pinjaman berada di tingkat 0,25 persen untuk sekarang. Mata uang Euro tarik ulur terhadap USD saat setelah bank sentral menyampaikan keputusannya.

Pelonggaran Kuantitatif QE

Bank sentral Eropa yang dipimpin oleh Mario Draghi dilaporkan juga mengaktifkan kembali program berupa pembelian aset-aset seperti obligasi dan surat berharga. Kebijakan ini lebih dikenal pasar dengan sebutan Quantitative Easing atau QE yang sebelumnya sempat berhenti pada penutupan tahun 2018 kemarin.

Kebijakan pelonggaran kuantitatif berupa pembelian aset akan dimulai pada awal November mendatang. Besaran nilai yang akan diberikan adalah sebesar 20 Miliar Euro setiap bulannya oleh bank sentral Eropa. Berdasarkan berita dari Reuters bahwa ECB memberlakukan QE tanpa adanya batasan waktu. Sehingga akan tetap aktif jika memang masih diperlukan oleh ekonomi dalam negeri.

Pasalnya memang kondisi ekonomi kawasan Eropa sedang terpuruk dan membuat mata uang Euro jatuh ke posisi paling rendah terhadap mata uang utama lainnya. Pertumbuhan ekonomi kawasan Euro mengalami perlambatan. Selain itu angka inflasi juga jatuh ke titik paling rendahnya serta pada sektor aktivitas manufaktur mengalami kontraksi untuk pertama kali sejak enam bulan lalu. Saat ini ancaman paling dekat bagi kawasan Eropa adalah resesi ekonomi yang berbahaya.

Baca Juga:   Dolar Australia Melonjak Setelah PDB Aussie Naik Sesuai Harapan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar