Virus Corona Terus Mengancam Masa Depan Ekonomi Inggris

Saat ini Inggris menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus positif virus Corona mencapai angka 48.451. Sementara itu untuk korban positif yang meninggal dunia sudah mencapai angka 4.943 dan yang sembuh hanya berada di angka 229. 

Kondisi yang terus memburuk sangat mengancam ekonomi Inggris dan kelangsungan mata uang GBP. Bahkan Pangeran Charles yang merupakan pewaris tahta kerajaan sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi,namun saat ini sudah dinyatakan sembuh.

Beberapa jajaran pemerintahan Inggris juga dinyatakan positif virus Corona seperti Sekretaris Kesehatan Inggris yaitu Matt Hancock dan juga Kepala Petugas Media yaitu Chris Whitty. Penasihat Perdana Menteri, Dominic Cummings memutuskan untuk mengkarantian diri setelah PM Boris juga dinyatakan positif virus Corona. berita mengenai kondisi PM Boris sempat menyebabkan sentimen menjadi negatif dan membuat Poundsterling Inggris sengsara.

Langkah Stimulus

Pemerintah Inggris terus berusaha untuk menanggulangi dampak virus Corona para ekonomi Inggris. Menteri Keuangan yaitu Rishi Sunak telah menggelontorkan stimulus pada pertengahan Maret yang memiliki nilai sampai $398 Miliar. Sunak mengatakan tujuan utama stimulus adalah mendukung pasar tenaga kerja agar tidak jatuh lebih dalam lagi. Langkah itu diambil dengan memberikan bantuan gaji pegawai dan membantu perusahaan agar tetap bertahan.

Selain pemerintah Inggris, bank sentral Inggris juga terus menyesuaikan kebijakan moneter untuk membantu pertumbuhan ekonomi Inggris.  BoE memutuskan memangkas suku bunga sampai ke level 0,1% dan memulai program pembelian obligasi pemerintah atau QE. Jumlah pembelian itu terus ditingkatkan dari sebelumnya di 435 Miliar Pound menjadi 645 Miliar Pound.

Namun saat ini para pelaku pasar dan investor di sekitar Poundsterling tampak khawatir terhadap kondisi PM Boris. Apalagi dikabarkan Boris sedang dirawat di dalam ruang ICU dengan menggunakan bantuan oksigen.

 

Baca Juga:   Akibat Penutupan Bisnis Membuat Pengangguran di AS Melonjak Sangat Tinggi

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar