USDJPY Turun Setelah China Merespon Langkah AS

Perdagangan pasangan mata uang USDJPY sempat mengalami kenaikan cukup baik mencapai level harga 106,78 saat sesi Asia tadi. Namun sayangnya saat sesi Eropa berlangsung di hari Kamis ini (15/8), pasangan tersebut harus rela terjun kembali karena perpindahan dana dari aset berisiko ke aset safe haven seperti Yen Jepang.

Kondisi ini terjadi karena adanya kabar pembaruan mengenai perang dagang antara AS dengan China. Kabar tersebut membuat pasar kembali ke suasana risk-off dan membuat pasangan Dolar AS terhadap Yen terjun menuju ke level harga 105,80 atau mewakili kemunduran sebesar 0,08 persen.

Dikabarkan China memberikan respon atas keputusan Presiden Trump untuk melakukan penundaan pemberlakukan tarif 10 persen atas produk China. Hari ini China menyampaikan bahwa akan tetap mengambil langkah balasan atas apa yang sudah dilakukan AS yaitu kenaikan tarif 10 persen pada perang dagang. Pasalnya pemerintah China mencatat bahwa langkah pemerintah AS telah melanggar ketentuan dalam perjanjian saat pertemuan KTT-G20 kemarin.

Saham AS Mundur

Pasca rilis respon pemerintah China mengenai perang dagang dengan AS ini secara langsung membuat penurunan signifikan pada imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS. Bahkan yield Treasury AS skala 10 tahunan kehilangan banyak tenaga mencapai terendah baru di 1,321 persen.

Sementara itu beberapa saham AS juga mengalami kemunduran seperti S&P 500 turun menjadi merah. Kondisi ini menjadi pertanda bahwa Wall Street akan membuka hari dengan kawasan yang negatif setelah pada hari Rabu kemarin kehilangan sekitar 3 persen.

Beberapa rilis data ekonomi dari AS akan menjadi fokus perdagangan USDJPY selanjutnya. AS akan merilis data mengenai penjualan eceran, produksi sektor industri dan juga klaim pengangguran skala mingguan. Namun sentimen risiko akan tetap menjadi fokus pasar.

Baca Juga:   Trump Dilaporkan Akan Mengancam Untuk Mengekang Pembagian Intelijen Dengan Inggris Atas Huawei

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar