USDJPY Turun Lebih Dalam Menjauh Dari Puncak Karena Dolar AS Melemah

Permintaan mata uang Dolar AS melemah lebih panjang terhadap Yen Jepang saat sesi Eropa berlangsung di hari Kamis (26/3). Pasangan tampak turun dengan stabil dalam perdagangan harian dan dekat dengan level paling rendah hari Kamis ini. Pasangan terus berjuang di sekitar level harga 110,500.

Sebelumnya Dolar AS terus berjuang untuk bangkit lebih tinggi. Namun sayangnya beberapa kali harus menerima penolakan ketika sampai di level harga 111,500. Justru hari Kamis ini Dolar AS melemah karena bertemu dengan nada penjualan yang cukup kuat. Pada akhirnya USDJPY semakin menjauh dari puncak bulanan yang dicatat hari Selasa kemarin.

Bias Bearish USD

Beberapa hari terakhir memang Dolar AS dalam bias bearish terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Penyebab Dolar AS melemah adalah adanya keputusan program pembelian obligasi tanpa batas akhir oleh bank sentral AS pada awal pekan. 

Selain itu RUU stimulus virus Corona juga masih penuh ketidakpastian karena perbedaan pendapat dari partai yang berkuasa. Padahal ekonomi AS sudah cukup terancam dengan jumlah kasus virus Corona yang terus meningkat tajam.

Sementara itu di pasar ekuitas global terlihat para pelaku pasar dan investor menampilkan perdagangan campuran yang menggambarkan kehati-hatian. Pasalnya wabah virus Corona terus memburuk di beberapa negara Eropa, AS dan kawasan Asia seperti Indonesia. Yen Jepang tampak menerima sinyal penghindaran risiko dan mampu membawa USDJPY untuk turun menjauh dari puncak bulanan.

Di tengah kondisi Dolar AS melemah saat ini, beberapa data AS mungkin akan mampu menampilkan arah baru. Nanti malam AS akan merilis data mengenai klaim pengangguran pekan awal AS. Selain itu juga akan ada rilis data PDB Final yang sudah cukup ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor.

 

Baca Juga:   Harga Emas Diprediksi Akan Terus Mengalami Kenaikan Tinggi Sepanjang 2020

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar