USDJPY Turun Di Tengah Aksi Sepi Menjelang Data NFP AS

Arah risiko sepanjangs esi Asia hari Jumat ini (7/8) tampaknya sudah mulai menuju ke risk off. Kondisi ini telah membawa pasangan mata uang USDJPY turun menuju ke nilai tukar di sekitar 105,50 selama sesi Asia. Selain karena perubahan arah risiko, penurunan pasangan kemungkinan juga disebabkan oleh sikap para pelaku pasar dan investor yang menunggu menjelang rilis data NFP AS nanti malam.

Secara luas pasangan USDJPY sudah mengalami penurunan sampai tiga hari terakhir tanpa jeda sejak kemarin. Risiko yang lambat telah menyebabkan Yen Jepang terus mampu berkuasa dan memanfaatkan momentum pelemahan Dolar AS yang luas.

Menunggu Data Pekerjaan AS (NFP)

Ada beberapa faktor yang menyebabkan USDJPY turun dalam beberapa waktu terakhir. Pertama memang para pembuat kebijakan AS masih gagal untuk memutuskan RUU dana bantuan ekonomi AS. Selain itu para pelaku pasar dan investor untuk beberapa jam kedepan mungkin akan membatasi masuk ke dalam pasar keuangan. Karena nanti malam AS akan merilis data mengenai pekerjaan untuk bulan Juli atau NFP.

Sementara itu mengenai masalah stimulus dari AS, Senat AS Chuck Schumer mengatakan memang kedua partai masih belum sampai ke titik tengah dari stimulus ekonomi lanjutan. Kemudian pada akhirnya Ketua Senat AS, McConnell memutuskan menunda pembicaraan pada pekan ini dan dimulai lagi pada hari Senin pekan depan.

Konflik antara AS dan negara lain yang mulai panas juga memicu USDJPY turun. Berita terbaru AS memberlakukan tarif untuk produk aluminium asal Kanada. Kemudian masalah antara AS dan China pada produk WeChat dan Tik Tok juga masih membuat kedua negara berseteru. Tentunya berita terbaru dari semua masalah ini akan mampu menjadi katalis penggerak. Sementara itu NFP juga akan tetap menjadi fokus utama.

 

Baca Juga:   USDJPY Turun Setelah Optimisme Merugikan Dolar AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar