USDJPY Naik Setelah Dolar AS Memulihkan Diri Dari Pelemahan Tajam, Menunggu PDB AS

Pergerakan mata uang USDJPY hari ini memang mengalami kenaikan saat sesi-sesi Asia di hari Kamis (30/7). Namun kenaikan itu masih kurang untuk bisa membayarkan dominasi Yen Jepang yang terjadi selama lima hari terakhir. Bahkan atas dominasi itu berhasil menyeret pasangan menuju ke level yang paling rendah sejak 4 bulan lalu. Kemungkinan kenaikan USDJPY saat ini dipengaruhi aksi ambil untung atas penurunan tajam sebelumnya.

Saat sesi pertengahan Asia, USDJPY hari ini berada di sekitar 105,05 atau mewakili kenaikan 0,15% dibandingkan level penutupan hari Rabu. Sementara itu selama lima hari yang lalu dimana Yen Jepang menguat, berhasil mencatatkan kinerja sangat baik sampai 2,08%. Sayangnya dominasi itu diakhiri pada penutupan hari Rabu yang berada di 104,91 atau titik paling rendah pada 13 Maret kemarin.

Faktor Penyebab Dolar AS Melemah

Salah satu faktor yang menyebabkan mata uang Dolar AS melemah sangat tajam adalah kondisi ekonomi AS yang sedang tertekan hebat. Apalagi pandemi virus Corona di AS juga belum menampilkan tanda-tanda perbaikan yang sangat signifikan. Bahkan tadi malam The Fed juga telah memberikan konfirmasi bahwa harapan pemulihan ekonomi AS bisa sirna jika kondisi terus seperti ini dan arah selanjutnya sangat bergantung pada perkembangan virus Corona.

Secara umum, sebenarnya kedua negara sama-sama masuk ke dalam masa-masa krisis ekonomi. Tapi Jepang memulai masa resesi lebih dulu karena pada Q1 2020 sudah berada di level negatif. Mengingat kondisi ekonomi Jepang sebelum pandemi juga sudah sangat suram.

Untuk AS sendiri status resesi baru akan ditentukan pada hari Kamis ini. Nanti malam AS akan merilis data PDB Q2 2020 dengan produksi akan berada di -34,1%. Data itu akan lebih buruk dari laporan sebelumnya yang berada di -5,0% dan tentunya akan menggerakkan USDJPY hari ini.

 

Baca Juga:   Dolar AS Turun Terbebani Perdagangan dan Politik AS-China

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar