USDJPY Memperpanjang Penurunan Setelah Geopolitik Global Memanas

Sepanjang sesi Asia hari Selasa ini (28/7) pasangan mata uang USDJPY hari ini mencatatkan penurunan sampai 0,15% menuju ke nilai tukar 105,22. Dengan ini maka pasangan terus berusaha memperpanjang penurunan yang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Salah satu faktor yang mendasarinya adalah posisi Dolar AS yang sedang melemah secara luas.

Kemudian disisi lain beberapa waktu terakhir Yen Jepang juga sedang dalam tekanan. Namun data ekonomi Jepang yang positif mampu mendukung pasangan untuk kembali mencatatkan penurunan. Adanya sinyal meningkatkan konflik geopolitik juga mendukung permintaan mata uang Yen Jepang sebagai safe haven.

Indeks jasa persero Jepang dalam tahunan mencatatkan kenaikan sampai ke 0,8% pada laporan bulan Juni. Itu jauh lebih tinggi dari yang diprediksi sebelumnya yaitu kenaikan ke 0,5%. Dengan data itu USDJPY hari ini meneruskan penurunan.

Risk Off Mendukung Yen Jepang

Beberapa waktu terakhir dilaporkan terjadi ledakan di Irak dan adanya pujian dari pimpinan Korea Utara mengenai senjata nuklir. Kemudian masalah geopolitik yang lain adalah adanya militer udara dari AS di kawasan Laut China Selatan. Itu menjadi pertanda bahwa kondisi geopolitik global sedang memanas dan mendukung USDJPY hari ini mencatatkan penurunan.

Tapi walaupun saat ini risk off masih cukup mendominasi, kontrak berjangka S&P 500 justru mencatatkan kenaikan sampai 0,20%. Mungkin kenaikan itu adalah dampak dari adanya harapan stimulus ekonomi lebih lanjut dari pemerintah AS dan The Fed.

Untuk pergerakan USDJPY selanjutnya mungkin akan tetap fokus pada dinamika sentimen risiko global. Karena minim sekali katalis penggerak yang bisa diandalkan pada sesi Asia hari Selasa ini. Berita mengenai China dan pandemi virus Corona mungkin akan tetap menjadi fokus utama para investor global.

 

Baca Juga:   Ketua Fed: Perang Dagang Telah Menghambat Masuknya Investasi

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar