USDIDR Berpeluang Turun Mengingat Dolar AS Berada Di Jurang

Mata uang Rupiah sejak hari Senin kemarin mencatatkan penguatan sangat signifikan melawan Dolar AS sampai 0,34%. Dengan penguatan ini maka pasangan mata uang USDIDR turun menuju ke nilai tukar 14.490 di hari Senin kemarin. Kemudian di hari Selasa ini (28/7) banyak yang melihat bahwa mata uang Rupiah hari ini akan kembali mengalami penguatan. Mengingat posisi Dolar AS sedang sangat lemah berada di level 93,503.

Optimisme Mendukung Rupiah

Beberapa nada optimisme global tampaknya mendukung mata uang Rupiah hari ii untuk mencatatkan penguatan. Ada berita yang menyebutkan bahwa Moderna yang merupakan perusahaan farmasi AS, mengatakan vaksin siap di akhir tahun 2020. Uji klinis tahap ketiga akan dilakukan dengan melibatkan sampai 30 ribu relawan. Uji coba ini akan melihat tingkat keamanan dan efektifitas vaksin untuk melawan virus Corona.

Atas berita mengenai vaksin tersebut, sentimen pasar langsung mengalami penguatan dan membawa USDIDR bergerak turun semakin dalam. Namun memang hari Senin kemarin pasangan menutup posisi harga sama persis dengan harga pembukaan. Hal itu membuat grafik USDIDR membentuk candlestick Doji yang menggambarkan sikap pasar yang ragu-ragu.

Oleh sebab itu adanya berita utama global yang mampu menggerakan pasar keuangan akan sangat ditunggu oleh para investor. Sejak kemarin pasangan hanya mampu bergerak dalam ruang sempit berkisar di 14.325 sampai 14.730. Sehingga penembusan salah satu batas akan menjadi pertanda arah selanjutnya.

Mengingat masih ada banyak masalah global yang akan menggerakkan sentimen risiko. Rupiah hari ini mungkin akan fokus ke pergolakan geopolitik global yang memanas. Pasalnya pasukan udara AS sudah melakukan penerbangan ke Laut China Selatan. Kemudian Irak dilaporkan terjadi dua ledakan. Selain itu rencana stimulus ekonomi tambahan juga akan menjadi perhatian para investor.

 

Baca Juga:   Konflik AS-China Belum Reda, Giliran Uni Eropa Yang Terancam Perang Dagang Dengan AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar