USDCAD Berusaha Pulih Di Tengah Penguatan Minyak Mentah Global, Menunggu Data AS

Pasangan mata uang USDCAD hari ini saat sesi Eropa berlangsung terpantau telah masuk ke fase stagnan atas penurunan sebelumnya. Pasangan hanya mampu bergerak dalam ruang yang cukup kecil di atas level paling rendah selama sebulan terakhir.

Sebelumnya Dolar AS gagal untuk berusaha memulihkan diri saat sesi sebelumnya dan bertemu dengan para penjual saat sesi Asia berlangsung di hari Jumat (13/12). Memang saat sesi Asia tadi, Dolar AS sedang dalam bias penjualan yang cukup kuat. Kondisi ini telah dipantau pada beberapa pasangan mata uang lain yang juga unggul di atas Dolar AS. Kemungkinan penurunan USD disebabkan oleh lonjakan Poundsterling Inggris setelah rilis hasil pemilihan umum Inggris.

Selain disebabkan oleh aksi jual Dolar AS, penurunan USDCAD hari ini juga disebabkan oleh penguatan Dolar Kanada. Minyak mentah mengalami kenaikan yang cukup baik dan memberikan dampak positif bagi Loonie sepanjang hari Jumat ini. Pasangan mengalami penurunan menuju ke level harga 1,315 yang merupakan level paling rendah sejak tanggal 6 September lalu.

Hidupnya Sentimen Risiko

Sementara itu saat sesi Asia berlangsung, selera risiko mengalami penguatan yang sangat moderat. Dikabarkan bahwa kesepakatan dagang tahap awal AS dan China semakin dekat menjelang tenggat waktu 15 Desember pemberlakuan tarif produk China. Kondisi ini membuat Dolar AS mampu bertahan di tengah penguatan Dolar Kanada karena lonjakan minyak mentah global.

Saat pertengahan sesi Eropa, USDCAD hari ini telah mencatatkan pemulihan sebesar 20 pip bangkit dari level paling rendah dalam harian. Sayangnya pemulihan tidak memiliki tindak lanjut yang lebih panjang. Para pelaku pasar dan investor akan mengawasi data mengenai penjualan eceran dari AS sebagai petunjuk arah pasangan selanjutnya.

 

Baca Juga:   Alasan Fed Memangkas Suku Bunga AS Pada Pekan Ini

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar