Trump Menginginkan Dolar AS Melemah Untuk Menguatkan Ekonomi AS

Keputusan-keputusan yang diambil oleh Presiden Trump sampai saat ini tampaknya memang menginginkan Dolar AS lemah terhadap mata uang utama lainnya. Dalam beberapa kesempatan Trump selalu mengatakan bahwa saat ini Greenback terlalu tinggi sehingga mendominasi dan tidak baik bagi perekonomian. Bahkan perkataan yang dilontarkan oleh Trump juga dibenarkan oleh beberapa analis. Dengan kondisi USD yang teralu tinggi maka akan mengakibatkan tekanan perdagangan luar negeri AS dan aktivitas sektor manufaktur.

Jika hal ini terus terjadi, maka bukan sesuatu yang baik bagi Trump. Terutama dia juga akan maju dalma pemilihan Presiden AS di tahun 2020 mendatang. Berdasarkan berita dari CNN menyebutkan bahwa ada spekulasi yang beredar di pasar bahwa saat ini orang yang di bawah Trump terus berusaha untuk membuat nilai tukar Dolar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya. Sebenarnya langkah yang diambil ini memiliki potensi bahaya yang nyata. Walaupun sampai saat ini masih belum ada analisa apakah cara ini cukup efektif atau tidak.

Langkah Intervensi USD

Bank of America pada sebuah catatan juga menyebutkan langkah pelemahan USD akan berdampak pada perang mata uang global. Pemerintah AS mempunyai langkah-langkah yang cukup kuat untuk membuat USD lemah. Salah satu langkah tersebut adalah dengan cara tidak menggunakan kebijakan moneter yang membuat USD menguat. Kebijakan yang memperkuat nilai tukar USD sudah berlaku selama lebih dari 20 tahun terakhir.

Langkah yang lebih tidak terarah lagi adalah memerintahkan Departemen Keuangan untuk menjual USD agar bisa menurunkan nilai tukarnya. Tapi langkah ini masih jarang terjadi semenjak tahun 1995 lalu. Ahli strategi Goldman Sachs juga mengatakan bentuk-bentuk intervensi pemerintah AS terhadap Dolar AS sampai saat ini masih cukup rendah, namun presentasenya bisa semakin meningkat.

Baca Juga:   Yen Merosot, Yuan Menguat Akibat Gencatan Senjata AS-China

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar