Tips Memilih Broker Forex untuk Trader Indonesia Tahun 2020

Tak dapat dipungkiri bahwa pengetahuan mengenai forex di Indonesia masih sangat minim. Para trader forex Indonesia bukan hanya sering bingung mencari strategi holy grail dan money management yang andal, melainkan juga tidak tahu cara memilih broker forex yang dapat dipercaya. Seiring perkembangan jaman, makin banyak oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan ini dengan memasang perangkap untuk menipu calon trader dan para trader pemula. Agar tak menjadi salah satu korbannya, trader forex Indonesia perlu mengetahui tiga tips untuk memilih broker forex terbaik 2020 berikut ini:

  1. Ijin Broker Forex Indonesia Hanya Diberikan Oleh Bappebti

Sekitar 1-2 tahun lalu, sempat terjadi kehebohan karena beberapa broker forex Indonesia paling terkenal malah diberitakan masuk daftar investasi ilegal-nya OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Bukan hanya para broker forex yang kebakaran jenggot, Bappebti juga terusik. Pasalnya, para broker forex yang disebut-sebut ilegal itu sebenarnya sudah mendapatkan ijin resmi dari Bappebti.

Bappebti Indonesia

Perlu diketahui, lembaga yang berhak memberikan ijin bagi broker forex Indonesia itu hanya Bappebti. OJK pun tidak punya kewenangan sendiri untuk memutuskan legal/ilegal dalam hal ini. Jadi, OJK melakukan kekeliruan ketika menyebut broker-broker Indonesia tersebut sebagai entitas ilegal. Sayangnya, tak banyak orang yang memahami alur prosedur perijinan broker forex ini, sehingga terjadi kegemparan. Untungnya, OJK belakangan meralat pengumumannya dan kemudian menjalin koordinasi yang lebih baik dengan Bappebti, sehingga tak terjadi kesalahpahaman seperti itu lagi.

Sekarang, mulai muncul beberapa suara sumbang lain karena ketidakpahaman trader serupa. Bappebti beberapa kali dicerca oleh trader pemula yang tertipu oleh aplikasi trading forex (mobile) abal-abal. Nah, masalahnya, Bappebti hanya mengawasi broker yang berada di bawah naungannya saja. Justru trader forex Indonesia lah yang harus berhati-hati dengan memastikan bahwa broker forex-nya telah memiliki perijinan lengkap dari Bappebti. Asalkan broker sudah punya ijin Bappebti, maka kredibilitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

  1. Jangan Mempercayai Janji Profit Tetap
Baca Juga:   Cara Membedakan Broker Forex yang Jujur dan Penipu

Broker forex sejatinya hanyalah perantara yang menghubungkan kita dengan pasar forex, menyediakan platform trading, dan membantu menyelesaikan urusan teknis seperti transfer deposit dan withdrawal dana. Oleh karena itu, broker forex tidak boleh dan tidak bisa memberikan janji profit tetap, tak peduli apakah janji itu hanya 1 persen, 10 persen, atau 100 persen per bulan.

Setiap aktivitas trading forex disertai dengan risiko tertentu. Bahkan trader kawakan seperti George Soros pun bisa merugi. Bagaimana mungkin trader kecil-kecilan seperti kita bermimpi dapat profit non-stop tanpa rugi sama sekali!? Demikian pula, broker forex terbaik dan terpercaya tentu tidak akan memberikan janji-janji yang tidak mungkin direalisasikan seperti profit tetap sekian persen per bulan.

jangan tergiur profit pasti

Sayangnya, bukan rahasia lagi jika marketing broker forex Indonesia suka berkelit dari aturan secara diam-diam. Meskipun tidak menyebut persentase, mereka sering merekrut klien baru dengan memamerkan bukti perolehan hasil trader lain yang sangat fantastis. Sebuah bukti hasil trading yang pernah diperlihatkan kepada penulis bahkan memuat angka hingga ratusan juta rupiah, hanya dengan deposit beberapa juta saja. Sungguh luar biasa.

Apakah bukti hasil trading forex itu palsu? Bisa jadi palsu, tapi boleh jadi juga hasil trading forex yang mereka tunjukkan itu memang tulen. Namun, seandainya pun benar, maka keuntungan trading sebesar itu pasti hanya diperoleh dalam satu kurun waktu tertentu saja. Tak ada orang yang bisa menjamin Anda akan memperoleh cuan puluhan juta setiap bulan untuk selamanya.

Broker forex terbaik semestinya sudah memberikan wawasan tentang potensi untung-rugi dan peringatan risiko trading kepada calon klien sejak awal. Jika Anda memperoleh peringatan yang memadai, maka itu merupakan tanda bahwa broker bisa disebut kredibel. Namun, jika ada broker forex yang merekrut Anda secara agresif dan membual janji-janji manis, maka Anda justru harus memwaspadainya.

  1. Uji Platform Trading Forex Dari Broker
Baca Juga:   Mitos tentang Seputar Forex Trading

Untuk trading forex, Anda perlu mengunduh software atau aplikasi tertentu. Platform trading forex tersebut akan dipergunakan untuk memantau pergerakan harga di pasar, menganalisis pasar, melakukan transaksi beli/jual mata uang, dan beragam aktivitas lain. Dahulu, semua broker forex Indonesia menggunakan platform Metatrader 4 (MT4) atau MetaTrader 5 (MT5). Namun, perusahaan Metaquotes selaku pengembang MT4 kini sudah tidak menjual lisensi dan server lagi untuk platform tersebut. Oleh karenanya, broker forex Indonesia mulai beralih ke platform lain.

Tips Memilih Broker Forex untuk Trader Indonesia Tahun 2020

Kebanyakan broker forex Indonesia berpindah menggunakan “adik” dari MT4, yakni platform Metatrader 5 (MT5). Namun, ada pula broker forex Indonesia yang memilih untuk mengembangkan platform trading forex sendiri (proprietary trading platform). Hal ini membuat trader Indonesia wajib menguji platform trading sebelum resmi bergabung dengan suatu broker forex. Mengapa demikian? Karena fitur platform trading yang disediakan oleh setiap broker bisa jadi berbeda-beda. Ada yang bisa diandalkan dan cocok dengan gadget Anda, tapi ada pula yang tidak.

Dalam tahap akhir saat memilih broker, mendaftarlah ke akun demo. Setelah itu, unduh dan instal platform trading forex yang diberikan oleh broker ke laptop/PC atau gadget Anda. Coba menggunakannya selama beberapa hari. Apakah platform itu mudah dipahami dan dipergunakan? Apakah layanan konsumennya responsif menanggapi pertanyaan dan keluhan Anda? Apakah eksekusi trading dapat dijalankan dengan lancar atau tersendat-sendat? Semua ini merupakan panduan memilih broker forex terbaik yang paling cocok bagi Anda.

Tinggalkan sebuah Komentar