Stimulus Terbesar AS Harus Menghadapi Halangan Lagi Di Senat AS

Stimulus ekonomi AS yang sedang diperjuangkan di Senat AS sudah lama ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor global. Namun sayangnya saat ini RUU stimulus tersebut harus menghadapi masalah yaitu perbedaan pendapat terkait beberapa isu utama. Walaupun sebelumnya pada hari Rabu (25/3) diberitakan bahwa telah ada kata sepakata bipartisan terhadap RUU tersebut. Sehingga harapan stimulus besar itu sempat naik.

Setelah itu, RUU stimulus akan kembali diajukan ke House of Representative atau Senat untuk diambil suara. Jika RUU berhasil lolos maka selanjutnya akan ditandatangani oleh Presiden Trump dan resmi diberlakukan untuk membantu ekonomi AS. Bahkan harapan stimulus itu terus naik dan mendorong sentimen di pasar saham Asia kemarin. walaupun permintaan mata uang berisiko sempat anjlok.

Menghadapi Halangan Baru

Sayangnya perdagangan  hari Kamis ini (26/3) para pelaku pasar dan investor mendengar berita yang kurang baik dari RUU stimulus ekonomi AS tersebut. Ada beberapa masalah yang menjadi penghalang sehingga membuat RUU itu gagal lolos dari Senat AS.

Ketua Parlemen AS yaitu Nancy Pelosi mengatakan kepada beberapa orang yang kecewa pada RUU itu, bahwa ada beberapa prioritas di dalam RUU yang tidak sejalan dengannya. Sehingga akan dilakukan beberapa perubahan pada RUU stimulus tersebut. Terutama akan menyasar ke paket stimulus keempat di dalam RUU itu.

Saat ini ekonomi AS benar-benar terancam melambat akibat serangan wabah virus Corona. Apalagi Amerika Serikat menduduki peringkat ketiga dengan jumlah korban positif paling banyak di dunia setelah China dan Italia. K

etakutan terutama datang dari kondisi pekerjaan yang diprediksi akan menyebabkan jumlah pengangguran di AS melonjak tinggi. Sehingga stimulus tersebut diharapkan akan segera bisa disalurkan untuk menanggulangi masalah-masalah ekonomi di AS.

 

Baca Juga:   Saham Asia Bergerak Beragam Karena Tarik Ulur Risiko

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar