Apa Itu Social Trading Dan Copy Trading dalam Forex

Media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian kita semua. Bahkan, Anda boleh jadi meluangkan waktu khusus setiap hari untuk berbagi info mengenai kegiatan Anda sendiri dan merespon post teman-teman di Facebook, Twitter, Instagram, atau medsos lain. Nah, bagaimana jika interaksi media sosial seperti itu diintegrasikan dengan platform trading forex? Hasilnya, saat ini dikenal dengan istilah Social Trading.

Cara Kerja Social Trading dan Copy Trade

Social Trading adalah bentuk investasi modern yang memungkinkan trader untuk memantau tindakan trader-trader lain dalam jaringan yang sama, untuk kemudian meniru tindakan mereka melalui Copy Trading, Mirror Trading, atau sistem replikasi trading lainnya. Setelah mendaftar ke suatu platform Social Trading, Anda bisa menyaksikan kinerja para trader lain yang terdaftar dalam platform tersebut, kemudian menentukan sendiri apakah akan mengikuti satu atau beberapa trader yang dianggap paling profitable. Dengan kata lain, hal ini membuka peluang bagi Anda untuk mendapatkan keuntungan tanpa keahlian analisis atau pengalaman trading apapun.

Karakteristik dasar Social Trading ada tiga, yaitu:

  1. Social Trading memungkinkan pertukaran informasi antar trader secara bebas. Anda bisa berinteraksi dengan trader lain dalam platform Social Trading, baik melalui tampilan beranda umum, rubrik komenta, maupun fitur chat pribadi.
  2. Social Trading membuka peluang untuk bekerja sama dengan trader lain. Misalnya beberapa investor menggabungkan dana untuk di-trading-kan oleh trader profesional, atau seorang trader profesional membagikan hasil analisanya kepada orang lain dengan imbalan tertentu.
  3. Social Trading menawarkan transparansi lebih tinggi, sehingga Anda bisa menyaksikan kinerja trader lain, riwayat trading mereka, persentase kemenangan (Win Rate), kerugian (Drawdown), profit rata-rata, hasil trading terbaik dan terburuk, jumlah follower, dan peringkat (popularitas) trader..
Baca Juga:   Faktor yang Harus Diperhatikan Sebelum Terjun Bisnis Forex Trading

Dengan beragam karakteristik ini, Social Trading dengan cepat menjadi inovasi yang memikat untuk banyak orang dari seluruh dunia. Bahkan, World Economic Forum 2015 menyebutkan sebagai salah satu teknologi disruptif yang menjadi alternatif lebih murah dan canggih daripada Manajer Investasi tradisional.

social trading dalam forex

Jenis-Jenis Social Trading dan Copy Trading

Beberapa rintisan model Social Trading paling awal dibuat oleh Tradency pada tahun 2005, kemudian ZuluTrade pada tahun 2007, dan eToro pada tahun 2010. Sejak saat itu, banyak platform Social Trading baru bermunculan, seperti SIRIX, Tradeo, DARWINEX, Ayondo, dan lain sebagainya. Beraneka broker forex juga membuat platform Social Trading sendiri untuk memfasilitasi trader-trader yang tergabung dengannya.

Berbagai sistem Social Trading yang ada saat ini dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Social Trading biasa: Anda dapat menyaksikan transaksi semua partisipan Social Trading yang di-set publik. Namun, untuk meniru transaksi orang lain, Anda harus menempatkan order dan bertransaksi sendiri secara manual.
  2. Copy Trading: Untuk meniru transaksi orang lain, Anda perlu follow orang itu, kemudian dapat menentukan sendiri apakah akan meniru semua transaksi yang dilakukannya, atau meniru secara selektif saja dalam transaksi-transaksi tertentu.
  3. Mirror Trading: Untuk meniru transaksi orang lain, Anda cukup follow orang tersebut, kemudian semua transaksi yang dilakukannya akan secara otomatis ditiru oleh akun trading Anda.

Social Trading terlahir karena media sosial, tetapi Copy Trading dan Mirror Trading terwujud berkat adanya kontribusi tambahan dari sistem trading otomatis. Sistem otomatis ini menghubungkan akun Anda dengan trader pilihan Anda. Platform akan menyalin transaksi trader pilihan Anda, lalu menerapkannya kepada akun Anda sesuai dengan parameter tertentu. Anda bisa menentukan terlebih dahulu parameter-parameter tersebut, temasuk pair apa yang akan ditransaksikan, berapa besar alokasi lot per trade, patokan Stop Loss, dan patokan Take Profit.

Baca Juga:   Jam Pasar Forex dan Waktu yang Tepat untuk Trading

Apakah Social Trading dan Copy Trading itu Legal?

Setelah menyaksikan keunikannya, Anda boleh jadi bertanya-tanya mengenai apakah Social Trading dan Copy Trading termasuk investasi legal atau ilegal. Secara umum, keduanya legal, jika disediakan oleh broker forex yang telah mengantongi perijinan dari lembaga resmi. Lembaga resmi yang memberikan lisensi ini sama dengan lembaga regulator forex pada umumnya, yaitu FCA Inggris, CFTC Amerika Serikat, CySEC Siprus, Bappebti Indonesia, dan lain sebagainya.

Perijinan ini sangat penting untuk memastikan legalitas Social Trading dan Copy Trading, karena banyak juga perusahaan tak berijin yang menggunakannya sebagai modus penipuan. Para penipu bisa menjajakan Social Trading yang seolah-olah memiliki banyak trader di dalamnya, padahal isinya hanyalah orang-orang mereka saja yang memberikan sinyal trading menyesatkan. Jadi, sebelum bergabung dengan sebuah platform Social Trading atau Copy Trading, pastikan broker yang menyediakannya itu sudah berijin. Tanyakan kepada broker, lalu crosscheck kepada lembaga regulator terkait.

apa itu socila dan copy forex trading

Keuntungan dan Kekurangan Social Trading dan Copy Trading

Banyak trader berpikir kalau analisis itu sukar, sehingga mereka mencari cara untuk sukses trading forex tanpa analisis. Nah, Social Trading dan Copy Trading menjawab kebutuhan ini. Di sisi lain, trader-trader profesional yang lebih berpengalaman juga mendapatkan kesempatan untuk mengantongi income ekstra dari membagi ilmunya. Simbiosis mutualisme ini juga menghasilkan banyak keuntungan lain.

Secara umum, ada empat keuntungan Social Trading dan Copy Trading:

  1. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari trading forex tanpa bersusah payah. Daripada pusing menganalisis pasar, Anda bisa memilih trader-trader paling sukses, lalu menyalin transaksi mereka.
  2. Anda bisa menggunakan Social Trading dan Copy Trading sebagai bahan belajar forex. Setiap kali ada transaksi yang sukses, periksa mengapa transaksi itu bisa sukses. Kalau perlu, tanyakan langsung kepada trader terkait.
  3. Bagi trader profesional, Social Trading dan Copy Trading merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan berlipat ganda dari satu transaksi.
  4. Trader yang bisa trading sendiri juga dapat memanfaatkan Social Trading dan Copy Trading sebagai sarana diversifikasi atau hedging untuk menyeimbangkan risiko trading pada aset keuangan atau pair yang belum dipahami.
Baca Juga:   Daftar Penyebab Utama Kegagalan Trader Forex

Setelah mengetahui beragam keuntungan itu, apakah Anda tertarik untuk ikut andil? Tunggu dulu. Ada dua kekurangan Social Trading dan Copy Trading yang harus Anda ketahui.

Pertama, Anda tidak boleh asal follow trader yang duduk di peringkat tertinggi. Selidiki dulu sungguh-sungguh apakah cara trading-nya masuk akal, atau justru berisiko sangat tinggi. Perhatikan statistik drawdown dan persentase kemenangan. Persentase kemenangan yang tinggi itu sia-sia jika drawdown juga sangat tinggi, karena artinya sang trader menggunakan teknik high-risk. Perhatikan juga grafik kinerjanya dan data-data lain dengan teliti.

Kedua, Anda harus memahami bahwa keuntungan dan kerugian dalam trading forex itu wajar. Trader yang Anda kira paling bagus pun bisa saja mengalami kemunduran suatu saat kelak. Statistik kinerja yang nampak di platform hanya menunjukkan performanya di masa lalu, dan tidak menjamin kinerja mereka di masa depan. Jadi, ada baiknya Anda selalu memantau kinerja trader yang di-follow, dan jangan ragu untuk klik unfollow jika kinerjanya berubah jadi mengecewakan.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tinggalkan sebuah Komentar