Selain Perang Dagang, Ekonomi China Juga Terancam Karena Kelahiran Bayi Turun Ke Terendah 60 Tahun

Salah satu berita baik dan sangat ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor global pada tahun 2020 ini adalah kesepakatan dagang antara AS dengan China. Kemarin secara resmi kedua negara telah melakukan penandatangan kesepakatan tahap satu. Namun walaupun telah ada kesepakatan, bukan berarti masalah kedua negara telah selesai. Bahkan saat ini ekonomi China dilaporkan mendapatkan masalah baru selain perang dagang dengan AS.

Jumlah Populasi Menjadi Ancaman

Salah satu ancaman yang cukup mengkhawatirkan adalah data kelahiran China yang terus mengalami penurunan. Data tahun 2019 menampilkan bahwa kelahiran bayi mengalami kemerosotan menuju ke terendah dalam 60 tahun terakhir. Penurunan tingkat kelahiran secara tidak langsung akan berdampak ke ekonomi China di masa depan.

Selain data kelahiran yang mengkhawatirkan, para pelaku pasar dan investor juga ragu terhadap kemampuan China untuk bisa mengatasi tingkat manula yang naik dengan cepat. Dilansir dari South China Morning Post, Badan Statistika China melaporkan bayi lahir pada 2019 berada di angka 14,65 juta bayi. Data itu turun dari laporan tahun 2018 yang mana berada pada angka 15,23 juta bayi.

Bahkan data itu merupakan laporan data tingkat kelahiran yang paling rendah sejak tahun 1961 atau 60 tahun lalu. Tapi secara luas sampai saat ini populasi China terus mengalami kenaikan menuju ke 1,4 Miliar pada 2019 lebih tinggi dari sebelumnya di 1,39 Miliar.

Pakar demografi telah memperingatkan kebijakan satu keluarga satu anak berdampak negatif bagi ekonomi China. Kebijakan ini berhenti terhitung pada 2016 kemarin. Dengan kelahiran yang rendah, maka akan menyebabkan penerima upah di masa depan juga rendah dan membuat konsumen China juga sangat terbatas. Sementara itu pertumbuhan perekonomian 2019 berada pada 6,1 persen yang menjadi terendah sejak tahun 1990 lalu.

 

Baca Juga:   Mata Uang Asia Lemah Terhadap Dolar AS Setelah PDB AS Optimis

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar