Saham Asia Turun Karena Tensi Perang Dagang Meningkat, Fokus Ke Risalah Fed

Perdagangan saham Asia tampak mengalami penurunan dari level paling tingginya. Penurunan yang terjadi untuk saat ini disebabkan oleh naiknya ketegangan perdagangan antara AS dengan China. Padahal kedua negara pekan ini akan melakukan pertemuan dalam pembicaraan perdagangan. Namun hubungan keduanya justru kembali melonjak dan belum ada tanda-tanda mengalami penurunan tensi.

Penurunan saham terjadi pada indeks MSCI non Jepang yang turun 0,20 persen. Sementara itu Shanghai Composite cenderung datar setelah sebelumnya sempat merosot tajam menuju ke titik paling rendah dalam lima pekan di 2.891 saat sesi Asia berlangsung tadi. Beberapa saham Asia lain juga mengalami penurunan seperti indeks Aussie, Korea Selatan, New Zealand dan juga Hong Kong.

Sementara itu untuk ekuitas AS juga turut mengalami penurunan pada saat perdagangan tadi malam. Penurunan saham AS terjadi setelah pemerintah AS memutuskan menambah 28 perusahaan asal China ke daftar hitam. Langkah ini diambil dengan alasan bahwa perusahaan itu telah ikut campur dalam pelanggaran HAM minoritas Muslim di Uighur provinsi Xinjiang. Selain itu juga melakukan pembatasan pada visa pejabat dari China.

Fokus Ke Risalah Rapat FOMC

Selanjutnya mengesampingkan negosiasi perang dagang, saham Asia mungkin akan lebih fokus ke rilis risalah pertemuan Fed bulan September. Risalah tersebut akan memberikan bagaimana proyeksi sikap para pembuat kebijakan terhadap kondisi ekonomi AS saat ini. Pasalnya pasar telah menerima prediksi bahwa akan ada pemangkasan suku bunga oleh Fed pada saat pertemuan pada bulan Oktober mendatang.

Sementara itu saham Asia mungkin akan mengalami lonjakan jika memang risalah Fed menunjukkan arah yang dovish. Pasar memprediksi bahwa bank sentral AS akan melakukan pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada saat pertemuan 30 Oktober mendatang.

Baca Juga:   Euro Jatuh Ke Posisi Terendah Pertengahan 2017 Karena ECB Memulai Kembali Stimulus

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar