Saham Asia Tetap Memerah Mengabaikan Optimisme

Kondisi pasar di awal pekan perdagangan di hari Senin (29/6) nada pesimisme tampak sangat mendominasi. Bahkan saham Asia hari ini mencatatkan pemulihan beruntun meski ada beberapa nada optimisme yang tumbuh. Pesimisme disebabkan oleh ketakutan investor terhadap pandemi virus Corona yang belum surut. Bahkan kota di China dan Inggris harus di lockdown kembali karena serangan kedua pandemi.

Selain itu, masalah geopolitik kawasan Asia dan permasalah perdagangan global juga menjadi beban lain bagi saham Asia hari ini. Semua harapan pemulihan ekonomi setelah kebijakan lockdown dicabut harus sirna karena kekhawatiran pandemi.

Saat menjelang pembukaan sesi Eropa, indeks MSCI tanpa Jepang turun sampai 1,25%. Smentara itu Nikkei Jepang juga sangat suram sampai 2,0% karena kekhawatiran dan data Jepang yang anjlok tajam. ASX 200 gagal mengambil nada positif setelah PM Morrison memberikan komentar hawkish.

Gagal Naik Karena Pesimisme Mendominasi

Nada optimisme yang sempat mendorong aset berisiko datang dari China. Dilaporkan perusahaan biofarmasi yang bekerjasama dengan militer China berhasil uji klinis vaksin dengan hasil positif. Tapi vaksin tersebut diberitakan masih terbatas khusus bagi militer China. Untuk bisa didistribusikan lebih luas akan menunggu keputusan dari pemerintah China terlebih dahulu.

Sayangnya saham Asia hari ini juga gagal mengambil berita positif tersebut. Padahal aset berisiko global seperti Dolar Australia dan Kiwi langsung melesat pasca berita meluas di pasar keuangan global. Nada penurunan saham Asia juga mendapat konfirmasi dari imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun yang tetap di terendah dalam bulan di 0,64%.

Kemungkinan gagalnya saham Asia naik disebabkan oleh serangan kedua pandemi yang semakin parah. Negara bagian AS seperti Los Angeles, Arizona, Texas dan Florida menjadi daerah dengan lonjakan kasus kedua yang besar. 

 

Baca Juga:   Saham Asia Mulai Positif Setelah Sentimen Investor Membaik Dengan Pembukaan Beberapa Negara

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar