Saham Asia Menampilkan Beragam Sinyal Di Tengah Optimisme Perdagangan AS-China

Perdagangan saham Asia hari Kamis ini (10/10) tampak menampilkan sinyal arah yang beragam. Kondisi ini terjadi ketika kabar mengenai perdagangan yang terjadi antara AS dengan China dikabarkan penuh dengan kontras. Beberapa ekuitas Asia mengalami lonjakan seperti pada Nikkei Jepang yang telah mencatat kenaikan sekitar 0,28 persen. Selain itu Shanghai Composite turut sejalan dengan Nikkei dimana melonjak mencapai 0,12 persen.

Namun nada berbeda tampak pada Kospi Korea Selatan yang merosot sekitar 0,8 persen senada dengan saham AS yaitu S&P 500 yang telah mencatat penurunan 0,15 persen. Beberapa saham Asia lain juga dilaporkan tidak ada pergerakan yang besar dan cenderung stagnan seperti pada saham Hong Kong, Australia dan juga New Zealand.

Sebelumnya perdagangan ekuitas di kawasan Asia sempat mengalami hantaman sinyal merah setelah kabar bahwa pembicaraan dagang AS-China mengalami kegagalan. Kabar tersebut sebagaimana yang dilaporkan oleh Media China yaitu South China Morning Post. Namun kabar tersebut langsung ditepis oleh juru bicara pemerintahan AS yang mendorong lonjakan beberapa aset.

Negosiasi Yang Optimis

Sementara itu optimisme pembicaraan dagang antara AS dengan China kembali terdengar seperti yang dilansir oleh Bloomberg. Dikabarkan bahwa pihak AS saat ini memiliki rencana untuk melakukan perjanjian mata uang dengan China. Langkah ini akan memicu kemajuan pembicaraan yang lebih luas lagi.

Sementara itu New York Times memberitakan bahwa pemerintahan AS juga sedang berencana untuk mengeluarkan izin perdagangan. Izin ini akan memberikan peluang perdagangan bagi perusahaan AS untuk menjual barang tidak sensitif ke Huawei China.

Atas kabar positif ini beberapa saham Asia mengalami lonjakan permintaan. Namun secara luas masih memberikan sinyal beragam yang disebabkan suasana skeptis pasar pada pembicaraan dagang ini. Saham AS seperti S&P 500 juga mengalami pemulihan atas penurunan sebelumnya.

Baca Juga:   Saham Penambang Bumi Langka Meroket Setelah Beijing Mengancam Untuk Memotong Mineral

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar