Saham Asia Memerah Karena Penghindaran Risiko Pasca Serangan Iran Ke Militer AS

Saham Asia mulai berjatuhan pada saat setelah pembukaan sesi dagang kawasan Asia di hari Rabu (8/1). Permintaan ekuitas mengalami penurunan akibat risiko yang ditolak oleh pedagang setelah meluas kabar Iran melakukan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Irak.

Setelah pembukaan sesi Asia, beberapa saham Asia sudah mencetak kinerja negatif seperti Nikkei Jepang yang merosot sampai 1,52 persen. Kemudian disusul oleh Hang Seng Hong Kong yang merosot 1,14 persen dan dilanjutkan oleh Shanghai negatif 0,34 persen dan Kospi 0,89 persen. Pasca berita penyerangan Iran yang meluas, sentimen negatif langsung menguasai pasar dan membuat investasi berpindah ke aset-aset safe haven seperti emas dan juga Yen Jepang.

Iran melakukan serangan kepada pangkalan militer AS yang berada di Irak dengan meluncurkan sebanyak 15 rudal balistik. Pemerintah AS juga telah mengkonfirmasi bahwa telah terjadi penyerangan terhadap pangkalan mereka yang berbasis di Irak.

Penyerangan ini merupakan penembusan janji dari pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah setelah Jenderal Militernya yaitu Qassem Soleimani tewas dalam penyerangan oleh militer AS. Sebelumnya Ayatollah dan Menlu Iran mengecam serta berjanji akan melakukan aksi sebagai balasan kematian Soleimani.

Presiden Trump tidak tinggal diam setelah ancaman dari Iran terdengar oleh dirinya. Trump juga menyampaikan ancaman jika sampai ada penyerangan balasan maka militer AS akan menarget 52 wilayah Iran. Sebelumnya hari Selasa, Iran mengatakan ada 13 skenario penyerangan dan belum sampai 24 jam, serangan sudah dilakukan.

Penolakan risiko besar-besaran oleh para pelaku pasar dan investor membuat saham Asia jatuh. Saat ini pedagang akan menunggu bagaimana tanggapan pemerintah AS dengan adanya penyerangan dari Iran tersebut. Iran sendiri mengatakan tidak akan melakukan aksi kembali jika militer AS tidak membalas balasan Iran yang baru saja dilakukan.

 

Baca Juga:   Yen Jatuh Karena Tarif Meksiko Ditunda, Tetapi Ketegangan AS-China Belum Mereda

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar