Saham Asia Memangkas Kenaikan Karena Beberapa Masalah Masih Membebani

Kekhawatiran global terhadap pandemi virus Corona semakin meningkat kembali. Pasalnya jumlah keseluruhan kasus di seluruh dunia sudah mencapai angka 5 juta kasus. Kekhawatiran yang terus meningkat membuat saham Asia memangkas kenaikan hari Kamis ini (21/5) menjelang sesi Eropa. Selain itu penurunan semakin signifikan ketika hubungan AS dan China semakin memanas. Tapi adanya harapan pelonggaran lockdown mungkin akan membatasi penurunan ekuitas Asia.

Beragam Katalis Penggerak

Beberapa bank sentral negara utama seperti Inggris, AS dan juga Kanada mengatakan bahwa siap mengambil langkah yang lebih maju lagi. Sehingga kemampuan mendukung ekonomi di tengah ancaman perlambatan bisa lebih dimaksimalkan. Sementara itu Gubernur BoE juga sempat menyatakan dukungannya terhadap suku bunga negatif.

Pergerakan saham Asia hari ini juga disebabkan oleh pergolakan AS dan China yang semakin mengkhawatirkan. Kemarin Senat AS telah mengesahkan aturan untuk memblokir perusahaan China dari listing pasar Amerika. Tidak tinggal diam, Global Times China juga memberikan jawaban berupa kritikan atas apa yang dilakukan oleh Presiden Trump dan cuitan akun Twitter Trump baru-baru ini.

Dengan beragam katalis yang membebani, indeks MSCI non Jepang mengalami kenaikan sampai 0,16%. Sementara itu Nikkei Jepang lebih rendah dibandingkan sesi awal Asia dengan naik ringan 0,15%. Saham Australia ASX 200 juga tampak mengesampingkan komentar dari RBA karena nada risiko yang masih cukup berat sampai saat ini. Di tempat lain NZX 50 mencatatkan penurunan sampai 0,65%.

Rangkaian data global selanjutnya akan sangat diperhatikan oleh para investor saham Asia. Akan ada rilis data ekonomi mengenai aktivitas dari Eropa, Inggris dan juga AS. Selain itu berita terbaru mengenai virus Corona dan juga  hubungan AS-China dan China-Australia akan terus diawasi dengan ketat.

 

Baca Juga:   Alasan Mata Uang Euro Anjlok Tajam Terhadap Dolar AS

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar