Saham Asia Melonjak Saat Sesi Asia Merasakan Optimisme Pasca Tanda Tangan Kesepakatan Tahap Satu

Perdagangan saham Asia mencetak kenaikan yang cukup baik pasca pembukaan sesi dagang kawasan Asia di hari Kamis (16/1). Pasca pembukaan, beberapa ekuitas sudah berkinerja dengan baik seperti Nikkei Jepang yang melonjak 0,18 persen diikuti oleh Shanghai dengan nilai yang sama. Untuk indeks Hang Seng naik 0,11 persen dan Kospi naik tipis 0,04 persen.

Lonjakan pembelian saham Asia terjadi setelah semalam kesepakatan dagang AS dan China resmi ditandatangani oleh Presiden Trump dan wakil PM Liu He. Memang kesepakatan itu sudah sangat ditunggu oleh pelaku pasar dan investor. Sehingga pasca penandatanganan pasar global menembar sentimen yang positif.

Kesepakatan Dagang AS-China

Dengan ditandatanganinya kesepakatan tahap satu itu, maka AS memotong tarif masuk bagi produk China yang senilai $120 Miliar dari 15 persen menjadi 7,5 persen. Selain itu rencana kenaikan tarif pada 15 Desember kemarin juga resmi dibatalkan. Namun sayangnya di dalam rincian kesepakatan itu tidak ada pembahasan mengenai pemotongan tarif lebih lanjut lagi.

Sementara itu pemerintah China pada kesepakatan itu akan melakukan pembelian produk pertanian dan beberapa produk asal AS lainnya. Selain itu juga menyelesaikan masalah transfer paksa teknologi yang selama ini menimpa perusahaan-perusahaan asal AS. China juga memiliki kewajiban untuk merancang proposal perlindungan hak kekayaan intelektual. Proposal harus bisa diselesaikan kurun waktu 30 hari sejak kesepakatan tahap satu ditandatangani.

Dengan meredanya ketegangan kedua negara, para pelaku pasar dan investor global sangat berharap ekonomi dunia mampu tumbuh kembali. Harapan itu yang memicu aksi beli saham Asia walaupun masih cukup ringan sampai pertengahan sesi Asia hari Kamis ini. Selain itu diharapkan juga ekonomi China akan mulai tumbuh setelah mengalami perlambatan yang mengkhawatirkan akibat kenaikan tarif sebagai langkah perang dagang dari AS.

 

Baca Juga:   FOMC Pangkas Suku Bunga, Powell: Bukan Awal Siklus Pelonggaran Panjang

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar