Saham Asia Hari Ini Campuran Di Tengah Data Asia yang Tidak Ada Arah

Saham Asia hari ini justru mengalami penurunan ketika pembukaan hitungan Q3 2020 di bulan Juli. Penyebabnya adalah banyak investor yang masih memikirkan nada risk on yang kuat pada hari Selasa kemarin. Saat ini para investor juga sedang kebingungan untuk menentukan arah karena data campuran dari Jepang, China dan juga Australia. Selain itu investor juga berhati-hati menjelang rilis data atau peristiwa utama dari AS.

Salah satu peristiwa yang akan diperhatikan oleh para investor adalah keberatan China terhadap keputusan AS yang mencabut status istimewa dari Hong Kong. Selain itu kenaikan kasus virus Corona yang terus terjadi di beberapa negara termasuk AS juga menyebabkan nada risk off terus bertahan. AS juga bertindak dengan RUU baru yang memberikan status bagi para pengungsi yang berasal dari Hong Kong.

Nikkei Jepang Berkinerja Paling Buruk

Saat menjelang pembukaan sesi Eropa hari Rabu (1/7) saham Asia hari ini mencatatkan penurunan dimana Nikkei Jepang -0,63%. Nada negatif itu kemudian diikuti oleh ASX 200 juga turun mengabaikan beberapa data yang optimis dari China. Sementara itu MSCI tanpa Jepang justru naik sampai 0,45%. Untuk Kospi Korsel dan Sensex India naik ringan di bawah persentase 0,50%.

Kemungkinan penyebab Nikkei turun tajam adalah data dalam negeri Jepang yang dilaporkan dengan hasil yang suram. Pasalnya pada yield Treasury AS dalam 10 tahun sedang dalam kenaikan sampai 0,70%. Sehingga menggambarkan bahwa sentimen risiko dalam posisi yang cukup baik selama beberapa waktu terakhir. Walaupun ada beberapa masalah yang akan tetap membebani.

Para investor saham Asia hari ini akan terus fokus ke berita dari global mengenai beberapa masalah seperti AS-China, perdagangan global dan juga berita virus Corona. Selain itu beberapa data utama dari AS juga akan menjadi perhatian.

 

Baca Juga:   Korea Selatan Mungkin Menjadi Pecundang Terbesar Dalam Pembicaraan Gagal Di KTT Trump-Kim

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar