Saham Asia Diperdagangkan Beragam Karena Pemulihan Risiko yang Terbebani Lockdown

Pergerakan pada saham Asia hari ini bergerak dengan sinyal beragam karena adanya berbagai macam katalis. Dua berita utama mengenai virus Corona Italia yang sudah mulai melambat dan data ekonomi China yang optimis mendorong pemulihan risiko. Walaupun begitu, para pelaku pasar dan investor tetap khawatir dengan kondisi global yang sedang diserang virus Corona. Apalagi beberapa negara terus melaporkan kenaikan kasus yang signifikan.

Hari Senin kemarin, Bank Dunia mengatakan bahwa akan ada risiko yang lebih tinggi dari prediksi awal pada rumah tangga. Terutama rumah tangga yang sangat bergantung pada industri. Pasalnya industri saat ini tergolong sektor yang sangat rentan menerima dampak atas wabah virus Corona. Apalagi ada prediksi bahwa tingkat PDB dari China bisa mengalami penurunan tajam menuju ke 2,3% dalam perjalanan tahun 2020 ini.

Pemulihan Sentimen Risiko

Optimisme yang menggerakkan saham Asia hari ini juga datang dari keputusan Presiden Trump untuk menghapuskan lockdown yang telah diberlakukan sebelumnya. Namun sayangnya lockdown yang dirumorkan akan terjadi di Indonesia cukup membebani pemulihan sentimen risiko Asia. Selain itu Italia juga memutuskan untuk memperpanjang masa pembatasan sosial karena belum ada perkembangan positif virus Corona.

Pemulihan risiko terlihat dengan adanya kenaikan pada imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun menuju ke 0,70%. Sementara itu saham Asia seperti MSCI Asia Pasifik tanpa Jepang mengalami penurunan 1,60%. Nikkei Jepang juga mencatat kinerja negatif dengan turun 1,20% mematahkan kenaikan sebelumnya saat awal sesi Asia.

Beberapa saham Asia juga tampak hijau seperti Shanghai Composite yang melonjak 1,0%. Kemudian disusul oleh saham India yang juga naik sampai 2,0% karena pedagang yang menunggu langkah stimulus dari pemerintah yang lebih banyak. Untuk ASX 200 turun 2,0% dan NZX 50 naik sekitar 1,0%.

 

Baca Juga:   Presiden Xi Jinping Menekan Penghambat Perdagangan Global Harus Dihilangkan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar