Saham Asia Berjatuhan Akibat Risk Off, Hang Seng HK Kehilangan 5,8% Kenaikan

Saat ini para investor global sangat khawatir dengan masa depan hubungan antara AS dengan China. Karena banyak risiko yang tumbuh setelah China melangsungkan NPC atau Kongres Rakyat Nasional Ke-13 tadi pagi. Kekhawatiran yang mendalam telah membuat saham Asia turun hari Jumat ini (22/5) menjelang sesi Eropa.

Saat ini indeks MSCI tanpa Jepang mencatatkan penurunan sampai 2,5% disusul oleh Nikkei Jepang turun 1,0%. Selain itu saham Asia turun lainnya seperti BSE Sensex kehilangan 1,36% dan Hang Seng HK turun tajam 5,8%. Bersamaan dengan aliran risk off ini, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun juga turun ke 0,643%.

Risiko Membebani Saham Asia

Berbagai risiko mulai lahir setelah laporan hasil NPC dirilis. Salah satunya adalah ada risiko ketegangan antara AS dan China akan meningkat. Pasalnya NPC akan meningkatkan dominasi China di Hong Kong. Bahkan diberitakan China akan memberlakukan UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong yang baru. Hal ini memicu kemarahan dan penentangan dari AS dimana sejak dulu AS menolak tekanan yang diberikan China kepada Hong Kong.

Selain itu dalam NPC itu juga dinyatakan bahwa tidak ada target pertumbuhan PDB untuk 2021 mendatang. Penyebabnya karena ekonomi China masih penuh dengan ketidakpastian akibat pandemi virus Corona. Namun ada sedikit angin segar dimana NPC menyatakan akan berkomitmen menjalankan kesepakatan dagang dengan AS. Sayangnya tetap saja saham Asia turun mengabaikan nada yang optimis tersebut.

Selain itu pasar Asia juga sempat berusaha dihibur dengan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral India. Selain itu BoJ juga tetap mempertahankan kebijakan moneter dengan rencana bantuan bagi UMKM. Arah saham Asia turun saat ini selanjutnya akan sangat ditentukan oleh dinamika sentimen risiko global.

 

Baca Juga:   Saham Asia Turun Bersama dengan Pelemahan Sentimen Risiko

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar