Rupiah Menguat Lebih Panjang Di Awal Pekan Perdagangan

Hari Senin (13/4) saat awal pekan perdagangan, nilai tukar Rupiah mengalami penguatan terhadap Dolar AS. Penguatan terjadi saat sesi Asia masih berlangsung karena pasar yang dinilai sudah cukup stabil. Sehingga aset-aset yang dinilai berisiko di kawasan Asia sudah mulai kembali menjadi incaran termasuk rupiah hari ini. Saat ini pasangan USDIDR mampu turun menuju ke level harga 15.750 atau mewakili penurunan 0,32% dibandingkan penutupan hari Jumat pekan lalu.

Sebelumnya pasangan USDIDR sempat mengalami kenaikan pada perdagangan pekan ketiga dan keempat bulan Maret lalu. Namun saat pertengahan bulan April, pasangan mulai kembali menemukan bentuk pergerakan. Dua pekan terakhir, rupiah Indonesia telah mengalami penguatan sampai 3,22%. Rupiah hari ini juga tampak terus memperpanjang pemulihannya terhadap Dolar AS.

Beberapa faktor diduga menjadi pendukung pemulihan rupiah beberapa pekan terakhir. Salah satu faktor itu adalah perkembangan terkait wabah virus Corona di seluruh dunia. Berdasarkan data dari WHO tingkat pertumbuhan kasus positif berada di persentase 5,89% lebih rendah dibandingkan persentase hari-hari sebelumnya. Walaupun jumlah keseluruhan sudah mencapai 1.610.909 per 11 April.

Dorongan Optimisme Global

Mark Haefele dari Chief Investment Officer UBS Global Wealth Management mengatakan saat ini sentimen global terus bergerak. Namun para investor memandang kasus virus Corona sudah mulai mampu terkendali. Sehingga bisa diartikan bahwa pembatasan aktivitas publik mungkin mampu dilonggarkan dan mendorong pemulihan ekonomi global.

Selain itu kenaikan rupiah hari ini juga disebabkan euforia pasar karena stimulus tambahan dari Fed untuk mendukung perekonomian AS. Langkah itu diambil agar bisa menjaga tingkat pengangguran tidak melonjak tinggi. OPEC dan sekutu juga telah berhasil mencapai kesepakatan pemangkasan produksi sebanyak 9,7 barel sehari. Rangkaian optimisme itu mendukung kenaikan permintaan aset-aset berisiko termasuk rupiah.

 

Baca Juga:   IMF Ramalkan Resesi Ekonomi Parah Terjadi Tahun Ini

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar