Rupiah Melemah Kembali Menunggu Pembaruan Sentimen Risiko

Penguatan agresif dari mata uang Rupiah Indonesia tampaknya harus rela untuk terhenti pada perdagangan hari Senin ini (4/5). Penyebab utama Rupiah melemah adalah hancurnya sentimen pasar karena ancaman perang dagang AS dan China. Presiden Trump terus memberikan komentar bahwa akan memberlakukan tarif untuk menghukum China karena virus Corona.

Sebelumnya pada pekan lalu, mata uang Rupiah terus menguat membawa USDIDR turun menuju ke nilai tukar 14.825 atau turun 3,45%. Bahkan dengan penguatan yang sangat signifikan itu, Rupiah mampu terus memperpanjang dalam empat pekan berturut-turut sejak pelemahannya kemarin. Mata uang Asia dan Eropa juga tampak tidak mampu melawan penguatan Rupiah.

Sepanjang bulan April, Rupiah Indonesia telah mencatatkan penguatan sampai 9,05%. Dengan penguatan pasca Rupiah melemah akibat virus Corona, maka menjadi catatan rekor baru pasca krisis Desember 2008 di 9,21%.

Tarik Ulur Risiko

Tapi beberapa jam terakhir sentimen kembali mengalami perbaikan setelah ada berita yang mengatakan Remdesivir mampu mengobati virus Corona. Perusahaan Gilead Science juga dilaporkan telah mengekspor obat tersebut untuk mengatasi penderita virus Corona. Langkah itu diambil setelah Food and Drug Administration AS atau FDA telah memberikan izin penggunaan darurat untuk obat Remdesivir.

Bagaimanapun juga kekhawatiran pasar terhadap ancaman perang dagang AS dan China tampaknya akan membuat Rupiah melemah kembali. Trump sebelumnya menuduh China telah melakukan kesalahan penanganan dan menyebabkan virus Corona menjadi pandemi global. Selain itu bahkan Trump juga menuduh virus itu merupakan virus buatan dari Institute Virologi di Wuhan.

Pergerakan nilai tukar USDIDR selanjutnya akan terus fokus ke berita terbaru mengenai virus Corona. Selain itu dinamika hubungan antara AS dan China juga akan terus diperhatikan. Karena jika AS memberlakukan tarif tambahan, maka perang dagang sesi baru tidak bisa dihindarkan.

 

Baca Juga:   Sempat Koreksi, Harga Emas Menguat Kembali Karena Perubahan Status Pandemi Corona

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar