Rupiah Melemah Karena Kekhawatiran Masa Depan Ekonomi Indonesia

Pergerakan mata uang Rupiah hari ini kembali harus rela mengalami pelemahan melawan Dolar AS. Nilai tukar Rupiah Indonesia melemah karena para investor khawatir dengan kondisi virus Corona di Indonesia. Sementara itu pergerakan pada pekan lalu, USDIDR hanya mampu turun 0,07% saja menghapuskan beberapa upaya kenaikan sebelumnya.

Berdasarkan data dari Refinitiv, Rupiah hari ini dibuka di sekitar 14.530 dan kemudian stagnan. Namun menjelang pembukaan pasar Eropa hari Senin ini (3/8), USDIDR justru melompat ke 14.570 atau mewakil kenaikan 0,28%.

Kekhawatiran Pandemi Indonesia

Kondisi pandemi virus Corona di Indonesia belum ada tanda-tanda penurunan. Bahkan di Ibukota Jakarta terus mengalami penambahan kasus. Cluster baru terbentuk dari perkantoran yang dibuka kembali pasca PSBB kemarin. Pada akhirnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang masa transisi PSBB sampai 13 Agustus mendatang.

Hal ini memicu aksi keluarnya dana asing dari Indonesia dan menyebabkan Rupiah hari ini melemah. Beberapa negara lain juga terus melaporkan kenaikan kasus seperti Australia yang mengalami kenaikan cukup besar. Padahal sebelumnya menjadi negara yang mampu meminimalisir persebaran virus.

Kondisi pandemi yang terus memburuk bisa memupuskan harapan pemulihan ekonomi Indonesia. Sehingga apa yang diprediksi oleh Bank Dunia bisa saja memang akan terjadi yaitu pertumbuhan ekonomi di arah negatif. Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tidak tumbuh atau di 0%. Kemudian prediksi yang terburuk adalah tertekan sampai -2% jika ekonomi global terus jatuh.

Alasan utama Bank Dunia adalah jika pada Q3 dan Q4 2020, Indonesia masih memberlakukan PSBB. Jadi pada masa-masa itu yang diharapkan ada pemulihan ekonomi, justru akan batal karena PSBB yang masih berlaku. Kekhawatiran ini membuat permintaan Rupiah hari ini anjlok dan membawa USDIDR melonjak. Faktor lain mungkin adalah kondisi Dolar AS yang berusaha bangkit lebih tinggi dari titik paling rendah 2 tahun terakhir.

 

Baca Juga:   Data China Merosot Tajam Akibat Virus Corona, AUDUSD Mampu Bertahan Karena Reset Risiko

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar