Rupiah Kembali Tumbang Menuju 16.500, Dekat Level Paling Rendah Tahun 1998 Lalu

Kurs mata uang Rupiah hari ini kembali mengalami pelemahan terhadap Dolar AS. Adanya penjualan Rupiah yang berkepanjangan membuat nilai tukarnya terus hancur pada perdagangan hari Senin ini (23/3) saat sesi Asia berlangsung. 

Saat ini pasangan mata uang USDIDR berada di sekitar level harga 16.500 atau mewakili kenaikan sampai 3,77 persen. Dengan ini maka pasangan telah dekat dengan level paling tinggi sejak tahun 1998 lalu dimana berada di level 16.800.

Sebenarnya pelemahan Rupiah sudah memberikan tanda-tanda sejak tadi malam. Pergerakan Wall Street telah merosot sampai 5 persen setelah pembukaan sesi Asia hari ini. Wall Street sering digunakan sebagai tolak ukur kekuatan sentimen risiko global dan minat terhadap aset berisiko. Dengan penurunan Wall Street maka memberikan pertanda bahwa Rupiah juga akan tumbang kembali bersama dengan pasar saham dan obligasi.

Penyebab Keruntuhan Rupiah

Dilansir dari data Dirjen Pengelolaan dan Pembiayaan dan Risiko dari awal tahun sampai 18 Maret mengalami capital outflow sampai Rp. 86,49 Triliun. Akibat kondisi yang terjadi di pasar obligasi tersebut, menyebabkan Rupiah hari ini anjlok menuju ke terendah sejak krisis tahun 1998 lalu. Sementara itu sepanjang perdagangan pada pekan lalu, USDIDR telah melonjak sampai 7,87 persen.

Mata uang Rupiah Indonesia sendiri sangat rawan sekali fluktuatif karena pergerakan modal yang berjalan.  Sehingga tingkat pendapatan devisa negara seperti transaksi berjalan tidak bisa diandalkan. Bahkan transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit sejak tahun 2011 lalu. Sehingga cadangan Rupiah hanya mengandalkan modal yang berjalan saja.

Rupiah hari ini semakin tersiksa ketika capital outflow sangat tinggi karena kekhawatiran wabah virus Corona. Banyak negara yang telah memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran virus ini. Akibatnya aktivitas ekonomi terganggu dan mengancam perlambatan ekonomi global.

 

Baca Juga:   Data Perdagangan China Turun Tajam Meski China Bebas Dari Corona

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar