Rupiah Kembali Menguat Setelah Meluasnya Berita Rencana Pelonggaran PSBB Indonesia

Pergerakan nilai tukar Rupiah hari ini mengalami penguatan terhadap Dolar AS. Bahkan penguatan mampu bertahan lebih lama sampai menjelang penutupan pasar Indonesia hari Jumat ini (8/5). Penurunan USDIDR terjadi setelah adanya beberapa berita dari dalam dan luar negeri yang cukup optimis.

Sepanjang hari Jumat ini, Rupiah terus mengalami tarik ulur dari penutupan hari Kamis kemarin. Rupiah sempat melemah 0,13% terhadap pembukaan hari Jumat dan bahkan terus mencatatkan kinerja negatif sampai -0,33%. Namun pelemahan itu tidak bertahan lama dan langsung diganti dengan penguatan sampai 0,76% saat pertengahan sesi Eropa. Dengan penguatan signifikan ini, Rupiah hari ini kembali menjadi raja mata uang di Asia.

Sepanjang bulan April ini rupiah juga menjadi mata uang dengan kinerja yang paling baik di kawasan Asia. Bulan April kemarin USDIDR telah mengalami penurunan sampai 9% walaupun sempat naik dan turun karena gejolak sentimen risiko.

Optimisme Dalam Negeri

Penguatan Rupiah hari ini dari dalam negeri disebabkan oleh rencana pembukaan wilayah bertahap dari Kementerian Perekonomian Indonesia. Kebijakan PSBB Indonesia dalam pengumuman itu akan mulai dilonggarkan pada 1 Juni mendatang tapi secara bertahap. 

Walaupun Kementerian mengaku itu hanya kajian, tapi tidak meredupkan nada optimismekebangkitan ekonomi Indonesia. Langkah itu diambil sebagai antisipasi langkah kebijakan ekonomi pasca pandemi virus Corona selesai. Sementara itu Bank Indonesia juga merilis laporan bahwa cadangan devisa negara naik pada bulan April. Penyebabnya adalah global bond pemerintah yang sebelumnya dirilis yang membuat cadangan devisa naik ke $127,9 Miliar. 

Sebelumnya pada bulan April kemarin pemerintah memutuskan merilis global bond $4,3 Miliar berbentuk Surat Berharga Negara. Langkah itu diambil untuk bisa menopang ekonomi Indonesia yang juga mengalami perlambatan akibat pandemi virus Corona.

 

Baca Juga:   AUDUSD Mengabaikan Data Aussie yang Optimis, Dolar Australia Terancam Masih Dalam Bias Bearish

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar