Rupiah Hari Ini Menguat, USDIDR Kembali Mengunjungi Level Di Bawah 16.000

Hari Kamis (9/4) saat pembukaan sesi Eropa, nilai tukar Rupiah Indonesia mampu mengalami penguatan cukup signifikan terhadap Dolar AS. Rupiah hari ini mampu kembali mengunjungi level paling terbaiknya di bawah level harga 16.000. Level tersebut merupakan level yang kuat sejak 23 Maret lalu.

Saat menjelang pembukaan sesi Eropa, pasangan USDIDR mampu bergerak turun menuju ke level harga 15.990 atau menguat sampai 0,99%. Padahal saat sesi Asia tadi pagi, Rupiah masih melemah berada di sekitar level harga 16.200 atau USDIDR naik 0,31%. Sebenarnya tanda-tanda Rupiah hari ini menguat sudah bisa terlihat saat sesi awal Asia tadi pagi. Tanda itu terlihat di pasar Non Deliverable Forwards atau NDF luar negeri.

Pembaruan Berita Virus Corona

Di pasar tersebut, nilai tukar Rupiah mengalami penguatan yang sangat signifikan. Sehingga bisa diartikan oleh para investor bahwa mata uang Rupiah hari ini akan bisa menguat lebih panjang lagi. Sentimen global yang positif turut mengambil andil pada penguatan pasangan mata uang USDIDR. Pasalnya sejak awal pekan kemarin, dilaporkan telah ada perlambatan kematian di beberapa negara dengan jumlah kematian paling tinggi seperti Spanyol dan Italia.

Sementar itu berdasarkan data yang ditampilkan WHO dalam jangka waktu mulai 20 Januari sampai 6 April, pertumbuhan kasus per hari sekitar 12,52%. Pada 24 Maret pertumbuhan kasus itu mengalami perlambatan menuju ke 9,67% dalam sehari. Kondisi yang dilaporkan terus membaik mendorong pemulihan sentimen risiko dan membantu Rupiah hari ini untuk menguat.

Para investor global sangat mengharapkan bahwa pandemi virus Corona ini akan segera berakhir. Sehingga segala aktivitas ekonomi bisa dibuka kembali dan menghindari resesi ekonomi global. Namun kekhawatiran terhadap resesi ekonomi global tampaknya belum bisa dihapuskan begitu saja.

 

Baca Juga:   Virus Corona Belum Reda Total, Ekonomi Global Dikhawatirkan Kembali Tertekan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar