Rupiah Hari Ini Menguat, Pelemahan Dolar AS Dimanfaatkan dengan Baik

Mata uang Rupiah hari ini mengalami penguatan yang sangat signifikan melawan Dolar AS. Pada saat sesi Asia berlangsung di hari Senin ini (27/7) pasangan mata uang USDIDR mampu mencatatkan penurunan sekitar 0,28% menuju ke nilai tukar 14,475. Titik itu menjadi titik yang paling baik yang dicapai Rupiah sejak 14 Juli lalu.

Memang secara luas mata uang negara yang ada di kawasan Asia hari ini mencatatkan penguatan yang sangat baik melawan Dolar AS. Sebenarnya dengan mencatatkan kenaikan sampai 0,62%, sudah mampu menempatkan Rupiah hari ini sebagai mata uang yang berkinerja terbaik di Asia.

Faktor Penguatan

Ada banyak sekali faktor yang mendorong mata uang kawasan Asia terutama Rupiah untuk mengalami penguatan. Salah satunya adalah data negara kawasan Asia yang terus mencatatkan pemulihan. Belanja Modal Perusahaan dari Jepang naik pada Q1 2020 0,10% dalam tahun ke tahun. Sebelumnya data itu turun sampai -3,5%.

Kemudian dari China, tingkat profit manufaktur bulan Juni mampu bangkit dari pelemahan sebelumnya yang berada di -19,3%. Data itu walaupun secara luas masih turun di -12,8% dalma tahun ke tahun, pemulihan dari data sebelumnya sangat menggembirakan para investor.

Rupiah hari ini mendapatkan dorongan tambahan ketika Dolar AS sedang melemah total. Sampai saat ini indeks Dxy turun sampai 0,43%. Penyebabnya adalah banyak yang khawatir ekonomi AS akan hancur karena serangan kedua pandemi.

Kemudian berdasarkan CME FedWatch, pada pekan ini diprediksi The Fed tidak akan melakukan perubahan kebijakan suku bunga. Suku bunga yang rendah juga menyebabkan yield Treasury AS tenor 10 tahun anjlok pada akhir pekan kemarin di 0,588%. Ini juga berkontribusi pada pelemahan Dolar AS dalam beberapa pekan terakhir terhadap mata uang utama global lainnya

 

Baca Juga:   EURUS Terjun Semakin Dalam Setelah Komentar Dovish ECB dan Data AS Optimis

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar