Rupiah Hari Ini Kembali Menguat Karena Yield SBN Masih Tinggi, Menunggu Keputusan The Fed

Mata uang Indonesia beberapa waktu ini kembali mampu mendominasi pasar melawan Dolar AS di hari Rabu (28/7). Salah satu faktor yang mendorong Rupiah hari ini menguat adalah adanya aliran dana luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan cukup deras. Pasalnya imbalan investasi di Indonesia bisa dikatakan masih sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain.

Saat sesi Asia hari Rabu ini, pasangan mata uang USDIDR bergerak di sekitar 14.450 atau turun sekitar 0,21%. Catatan positif ini tampaknya juga usaha memperpanjang catatan positif yang diraih pada hari Selasa kemarin dimana USDIDR ditutup turun 0,07%. Dalam sepekan ini, Rupiah berhasil mencatatkan penguatan sangat baik sampai 1,36%. Memanfaatkan momentum pelemahan Dolar AS yang meluas di pasar keuangan global.

Investasi Mengalir Deras

Namun penguatan Rupiah hari ini mungkin masih tidak bisa dibendung lagi. Mengingat aliran dana asing yang masuk ke Indonesia meningkat sangat tajam. Tapi para pelaku pasar dan investor global sedang menunggu pertemuan penting dari The Fed nanti malam dini hari. Berdasarkan CME FedWatch, diprediksi bahwa bank sentral AS tidak akan melakukan perubahan suku bunga. Meski begitu, fakta nanti malam akan tetap ditunggu investor.

Posisi suku bunga AS yang berada di 0,0-0,25% memberikan dampak ke pasar obligasi pemerintah AS. Pada imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun turun menuju ke 0,58% saat sesi Asia hari ini. Jika dihitung dengan inflasi tahunan AS Juni 2020 di 0,6%, maka imbalan berada di -0,02 dimana investor justru harus mengalami kerugian bukan untung.

Berbeda dengan Indonesia dimana imbal hasil Surat Berharga Negara dalam 10 tahun sangat tinggi di 6,847%. Kondisi inilah yang membuat aliran dana investor ke Indonesia masuk sangat deras dan mendukung Rupiah hari ini untuk terus menguat. 

 

Baca Juga:   Poundsterling Terjungkal Pasca Pidato Carney BoE

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar