Rupiah Dalam Pelemahan, Berjuang Kembali Mencatatkan Sinyal Hijau

Hari Kamis ini (23/4) nilai tukar Rupiah Indonesia kembali mengalami pelemahan terhadap Dolar AS. Kenaikan pasangan USDIDR terjadi di tengah sentimen risiko yang tampaknya juga sedang menguat. Pasalnya harga minyak mentah global saat ini telah mampu perlahan mencetak level yang lebih tinggi dari dari penurunan tajam hari sebelumnya. Tapi sayangnya suasana risk on gagal membantu Rupiah hari ini untuk menguat lagi.

Setelah pembukaan sesi kawasan Asia hari ini, pasangan USDIDR langsung mengalami kenaikan menuju ke 15.498 atau mewakili kenaikan 0,64%. Namun pelemahan Rupiah semakin membaik ketika menjelang pembukaan sesi Eropa yang mulai kembali turun ke 15.455 atau turun 0,26%. Sementara itu pada perdagangan hari sebelumnya, USDIDR hampir mengalami penurunan 1% akibat risk off yang mendukung Dolar AS.

Namun secara luas Rupiah hari ini berhasil menjaga diri dengan pemulihan sampai 5,52% sepanjang bulan April ini terhadap Dolar AS. Banyak yang menilai ketika mengalami kenaikan yang sangat tajam pada bulan ini, maka juga sangat rentan untuk terkoreksi. Membaiknya pasar minyak mentah global di berjangka WTI dan Brent tampaknya akan membantu Rupiah untuk bertahan.

Optimisme Bank Indonesia

Dengan adanya sentimen risiko yang tampak pulih maka bisa saja Rupiah hari ini akan mampu menghapuskan pelemahan yang tercatat sebelumnya. Apalagi Rabu kemarin, USDIDR mampu keluar dari catatan negatif setelah Gubernur BI menyampaikan pidato mengenai perkembangan ekonomi Indonesia saat ini.

Perry BI mengatakan bahwa pasar keuangan global selanjutnya akan lebih optimis mengingat puncak kepanikan global telah berlalu yaitu pada pertengahan Maret kemarin. Perry juga mengungkapkan bahwa dana luar negeri yang masuk ke SBN mencapai angka $4,37 Triliun. Apalagi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing sangat bergantung terhadap aliran modal yang masuk ke Indonesia.

 

Baca Juga:   OPEC dan Sekutu Memangkas Produksi Secara Bertahap Sampai 2022 Mendatang

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar