Rupee India Menguat Karena Prediksi Kebijakan RBI dan Meredanya Perang Dagang AS-China

Perdagangan di hari Jumat (13/9) terlihat mata uang Rupee India berada dalam tawaran beli ketika diperdagangkan dengan Dolar AS. Sepanjang hari ini Rupee berhasil mendominasi pasangan dan mencapai titik tertinggi Rupee di sekitar level harga 70,90. Level yang dicapai sekarang ini merupakan titik tertinggi dari INR sepanjang perdagangan satu bulan terakhir.

Memang saat ini Rupee India terus menguat setelah kemarin pada hari Rabu dan Kamis mengalami kenaikan masing-masing sekitar 0,45 persen dan juga 0,85 persen. Pasangan mata uang USDINR melonjak menuju ke level harga paling tinggi di sekitar 72,4025.

Penguatan INR terjadi setelah adanya potensi pemangkasan yang akan dilakukan oleh bank sentral india atau RBI pada pertemuan bulan Oktober mendatang. Sementara itu seorang analis dari Morgan Stanley menyampaikan prediksi bahwa bank sentral India akan melakukan pemangkasan suku bunganya sekitar 35 basis poin pada pertemuan bulan Oktober.

Risk-On Mengangkat Rupee

Meredanya konflik dagang yang terjadi antara AS dengan China beberapa hari terakhir telah membuat suasana risk-on pasar kembali hidup. Diprediksi Rupee India dan juga Real Brasil akan menerima dampak positif atas kondisi perdagangan ini. Prediksi ini disampaikan oleh Zach Padl seorang Kepala Eksekutif dari FX, Kurs dan Strategi EM yang berada di Goldman Sachs saat menyatakan komentar kepada Bloomberg.

Namun sayangnya Goldman Sachs juga menyampaikan komentarnya terhadap kondisi perang dagang saat ini. Mereka mengatakan bahwa pembicaraan dagang yang akan berlangsung antara AS dengan China sangat kecil potensinya untuk menjadi sebuah kesepakatan yang permanen.

Sebelumnya telah dikabarkan bahwa pihak AS dan China telah sepakat untuk melakukan pertemuan dalam pembahasan masalah kesepakatan dagang. Sebelum pertemuan puncak, pada pekan depan wakil AS dan China akan melakukan pertemuan dalam rangka konsultasi. Kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan puncak pada bulan Oktober mendatang.

Baca Juga:   Setelah Fed, Dolar AS Tertekan Kembali Oleh IMF

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar