Ricuh Hong Kong Kian Mengilapkan Emas

Kerusuhan politik di Hong Kong dan ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menurunkan tingkat suku bunganya–dengan atau tanpa tekanan dari Presiden Donald Trump–menjadi penyangga emas untuk bertahan di atas harga $1,500 pada hari Senin malam ini.

Harga emas spot, yang merefleksikan perdagangan bullion, naik 0.7 persen ke $1,507.12 per ons pada pukul 18:88 GMT. Rabu pekan lalu, harga bullion sempat menyentuh $1,507.12 per ons, level tertinggi sejak bulan Mei 2013. Sementara itu, harga emas futures untuk pengiriman Desember, di Comex Division New York diperdagangkan di kisaran $1,517.20 per ons, naik 0.6 persen dari level sebelumnya.

 

Hong Kong Makin Kacau, China Siagakan Pasukan Polisi

Makin ricuhnya aksi protes di Hong Kong membuat bandara internasional negara tersebut terpaksa membatalkan semua penerbangan dari dan menuju Hong Kong pekan lalu. Sementara itu, pihak Beijing mengatakan bahwa protes yang tersebut sudah mencapai “titik kritis” dan berbagai tindak kekerasan harus segera dihentikan.

Media pemerintah China Global Times mengatakan bahwa polisi China telah dikumpulkan di wilayah Shenzhen, negara bagian China daratan yang berbatasan langsung dengan Hong Kong, dalam rangka melakukan latihan militer. Tindakan ini menimbulkan spekulasi bahwa Beijing akan menanggulangi kekacauan ini dengan cara keras.

“Laporan itu membuat pasar ekuitas AS jeblok, berikut dengan yield obligasi global, sehingga membuat harga emas lebih menarik untuk dijadikan investasi,” kata James Hyerczyk, analis pasar senior di FX Empire.

 

The Fed Terpaksa Rate Cut Lagi?

Faktor lain yang menopang bullish harga emas hari ini adalah spekulasi Rate Cut The Fed. Bank sentral AS tersebut digadang-gadang akan terseret arus dovish bank-bank sentral dunia lainnya pasca devaluasi Yuan minggu lalu. Pasalnya, Trump kembali memperingatkan agar The Fed memangkas habis suku bunga. Menurut presiden AS itu, cacat yang terjadi dalam ekonomi AS sekarang ini disebabkan oleh kebijakan moneter bank sentral AS.

Baca Juga:   Analisa Emas, Minyak dan Perak Harian 12 July 2019

Tinggalkan sebuah Komentar