Revisi Pertumbuhan Dovish Oleh RBA Membuat Dolar Australia Tertekan Ringan

Perdagangan di sekitar mata uang Dolar Australia tampak dalam mode penurunan ringan sebesar 10 pips terhadap Dolar AS. Saat ini pasangan mata uang tersebut sedang diperdagangkan di sekitar level harga 0,6895. Penurunan ini disebabkan oleh keputusan dari bank sentral Australia yang memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Aussie.

Beberapa saat yang lalu, bank sentral Australia merilis pernyataan kebijakan moneternya atau SoMP dengan isi pemangkasan prediksi produk domestik bruto. Revisi tersebut dipangkas dari sebelumnya di 2,50 persen menuju ke 2,25 persen untuk hitungan kuartal pada bulan Desember mendatang.

Lebih rinci lagi, para anggota dewan bank sentral Australia telah siap untuk mengambil keputusan pelonggaran kebijakan lanjutan. Langkah itu akan tetap diambil jika memang dibutuhkan untuk mendorong perekonomian. Sebelumnya bank sentral Australia telah melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun 2019 menuju ke terendah di 0,75 persen. Pernyataan yang dovish tersebut sangat membebani Dolar Australia untuk melawan USD.

Sementara itu untuk pertumbuhan upah juga tampak tetap pada level yang rendah dan diprediksi tidak ada peningkatan. Walaupun demikian, Dolar Australia tidak tertekan dengan berat pasca pernyataan kebijakan moneter yang dovish. Hal ini mungkin disebabkan oleh perasaan tidak nyaman dari RBA jika melakukan pelonggaran kebijakan lebih lanjut lagi. Para pelaku pasar dan investor sendiri menilai sikap khawatir dari RBA sebagai proyeksi negatif terhadap ekonomi Australia.

Saat ini Dolar Australia masih ada potensi untuk bisa kembali menguat dan mengunjungi titik-titik yang lebih tinggi lagi. Karena sampai saat ini telah ada banyak kabar mengenai optimisme perdagangan antara AS dengan China. Dilansir dari Fox News berdasarkan informasi jubir pemerintahan AS, bahwa AS sangat optimis kesepakatan dagang kedua negara bisa terwujud dengan segera.

 

Baca Juga:   Intervensi Mata Uang Tidak Akan Dilakukan AS, Trump Hanya Ingin Keseimbangan Dagang

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar