Resiko Penurunan Suku Bunga AS, Ekuitas Global Tetap Stabil Positif

Berita mengenai kesaksian dari Ketua Fed Powell beberapa hari kemarin menggambarkan adanya resiko penurunan suku bunga AS pada pertemuan FOMC pada akhir bulan Juli mendatang dan malah membuat ekuitas global tetap menguat. Powell dalam kesaksiannya mengatakan bahwa resiko tingkat inflasi yang lemah lebih kuat daripada yang bisa diatasi oleh bank sentral dengan adanya ketidakpastian mengenai perekonomian setelah pertemuan FOMC pada bulan Juni kemarin. Sampai hari ini prospek ekonomi AS terus mengalami penurunan dan cukup mengkhawatirkan pasar.

Sementara itu pada rilis risalah pertemuan FOMC juga menyebutan banyak dari anggota FOMC yang melihat adanya pemangkasan suku bunga seperti yang sudah dikatakan dan akan dilakukan dalam waktu dekat. Selain itu resiko juga akan terus membebani perekonomian AS dan ekuitas global seperti adanya penolakan dari Energi Pengawal Revolusi Iran terhadap klaim yang dilakukan oleh AS. Dalam klaim tersebut Iran berupaya untuk menghentikan kapal tanker berisi minyak milik Inggris. Jika memang tidak diindahkan maka bisa saja Iran akan merebut kapal tersebut jika ada perintah dari atasan.

Kondisi Ekuitas Global

Saat ini perdagangan indeks saham Eropa mengalami pergerakan yang lebih tinggi ketika data mengenai CPI Perancis, Swedia dan juga Jerman dilaporkan sesuai dengan harapan pasar. Sementara itu pada idneks S&P Futures sekarang sedang diperdagangkan dengan kenaikan sekitar 0,2 persen dan kembali menuju ke level 3.000. Dari ekuitas global sektor perusahaan, dilaporkan pada perusahaan perawatan kesehatan indivior dari Inggris hari ini juga sedang diperdagangkan dalam kondisi mendaki setelah mengubah pedoman FY19.

Pada saham milik Reckitt Benckiser juga mengalami lonjakan hampir sekitar 3 persen pada hari ini. Sementara itu Fresenius Medical care juga sedang diperdagangkan dengan kondisi yang lebih tinggi saat sesi dagang Frankfurt berlangsung sebagai respon atas rencana perubahan perawatan organ ginjal dari AS.

Baca Juga:   Setelah Fed, Dolar AS Tertekan Kembali Oleh IMF

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar