Resesi Ekonomi Terus Mengancam Tiga Negara Besar Di Dunia

Resesi ekonomi merupakan ancaman yang cukup berbahaya bagi semua negara di dunia. Bahkan saat ini saja ancaman tersebut telah menghantui negara-negara yang terus mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Beberapa negara dengan ekonomi terkuat di dunia seperti Amerika Serikat saat ini juga sedang dihantui resesi saat masuk ke kuartal empat tahun 2019.

Memang bukan merupakan hal yang asing lagi jika bank dunia, IMF dan juga OECD terus memberikan koreksi mengenai pertumbuhan ekonomi. Bahkan revisi proyeksi pertumbuhan dilakukan sampai beberapa kali dari tingkat 3,2 persen menuju ke 3,3 persen lalu ke 2,6 persen lalu ke 3,2 persen. Dengan perlambatan ekonomi yang saat ini sedang terjadi maka resesi merupakan salah satu ancaman yang patut diwaspadai dan diantisipasi.

Resesi Negara Besar

Berdasarkan peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies, Pingkan Audrine Kosijungan, memberikan keterangan resmi bahwa ada tiga negara besar yang sedang diancam mengalami resesi ekonomi. Negara tersebut adalah Amerika Serikat, Jerman dan juga Inggris. Dia juga mengatakan bahwa ekonomi kawasan Eropa juga tidak lepas dari ancaman resesi yang terus mengejar. Alasannya adalah masalah geopolitik seperti Brexit yang sangat membebani perekonomian.

Sementara itu berdasarkan data dari Badan Statistik Nasional Inggris mengatakan Inggris dan Jerman sedang mengalami perlambatan ekonomi sepanjang tahun ini. Menuju ke kuartal tiga, Inggris masih stagnan di tingkat 1,8 persen dibandingkan pada kuartal sebelumnya. Sementara itu untuk Jerman dilaporkan berada di 0,4 persen dengan kontraksi ekonomi yang berat.

Pingkan menambahkan saat ini perang dagang menjadi salah satu faktor yang membebani ekonomi global. Pertemuan antara AS dengan China pada pekan ini akan menjadi penentu proyeksi perekonomian global ke depan. Perkembangan-perkembangan hubungan perdagangan akan memberikan revisi pertumbuhan dan tingkat ancaman resesi ekonomi.

Baca Juga:   Mata Uang Asia Lemah Terdampak Suku Bunga Eropa dan AS Serta Ketegangan Perdagangan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar