Rencana Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris Pasca Terjadinya Brexit

Perdana Menteri Inggris Boris menyatakan pembelaan pada kesepakatan Brexitnya setelah mendapatkan kritikan dari Presiden AS Trump. Saat kesempatan wawancara bersama pimpinan partai Brexit, Nigel Farage, Trump mengatakan bahwa ruang lingkup pada kesepakatan dagang dengan Inggris memiliki batas yang ada di bawah perjanjian Brexit yang telah diajukan PM Boris dan telah disegel oleh Uni Eropa.

Kesepakatan yang diajukan oleh PM Boris kemarin secara prinsip telah disetujui oleh anggota parlemen Inggris. Sayangnya keributan politik yang terjadi di Westminster menyebabkan RUU mengenai Brexit harus ditunda dan pihak oposisi memberikan persetujuan dilakukannya pemilihan umum cepat bulan Desember. Saat ini Inggris akan dijadwalkan keluar dari Uni Eropa maksimal sampai 31 Januari 2020 mendatang.

Sebenarnya Inggris bisa saja keluar dari Uni Eropa lebih cepat dari deadline, tapi kesepakatan Brexit harus bisa mendapatkan persetujuan dari dua kamar parlemen Inggris. Trump mengatakan bahwa pemerintah AS ingin melakukan perdagangan dengan Inggris dan begitu sebaliknya. Tapi tidak bisa dilakukan dibawah aspek tertentu pada perjanjian Brexit.

Lebih lanjut Trump mengkritik bahwa sebenarnya perdagangan AS-Inggris bisa sampai lima kali lipat lebih besar dibandingkan saat di bawah Uni Eropa, namun Inggris telah ditahan oleh Uni Eropa untuk itu. Juru bicara Perdana Menteri mengatakan bahwa akan mengambil alih kembali kendali hukum, perbatasan, perdagangan dan mata uang Inggris.

Juru bicara PM Inggris menambahkan bahwa telah memahami bahwa kesepakatan Brexit akan membuka peluang untuk mengamankan perjanjian dengan ekonomi yang sedang mengalami pertumbuhan, dan Inggris sedang berusaha untuk mewujudkannya. Trump pada saat acara KTT G-7 Agustus kemarin mengungkapkan akan ada kesepakatan dagang sangat besar dengan Inggris setelah kesepakatan Brexit dan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Baca Juga:   AS Memperpanjang Keringanan Nuklir Iran

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar