Poundsterling Inggris Tetap Lemah Terhadap USD, Fokus Ke Sidang Mahkamah Agung Mengenai Brexit

Perdagangan di sekitar mata uang Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS sedang berada di sekitar level harga 1,2410. Kondisi ini terjadi ketika perdagangan di pasar keuangan telah mendekati pembukaan sesi dagang kawasan Eropa hari Selasa (17/9). Pasalnya sampai saat ini belum ada perkembangan yang cukup signifikan dari polemik Brexit yang berkepanjangan. Selain itu parlemen Inggris yang buntu juga menjadi alasan pelemahan Pound terhadap USD.

Sebelumnya PM Boris melakukan kunjungan ke Luksemburg dan tidak membawa kabar apapun yang mampu menggerakkan pasar. Sementara itu dilaporkan bahwa Presiden dari Uni Eropa memberikan kritikan mengenai kejelasan rincian dari para pimpinan Tory. Dikabarkan juga bahwa Menteri Luar Negeri Inggris yaitu Dominic Raab kembali memberikan penegasan mengenai janji Boris bahwa akan membawa Inggris keluar Uni Eropa tepat waktu dan menyampaikan kritikan kepada Uni Eropa.

Sementara itu dari sisi Dolar AS, terlihat tetap mampu mempertahankan keunggulan melawan Poundsterling Inggris. Pasalnya beberapa waktu terakhir pasar menghindari aset berisiko seperti Pound dan lebih memilih pindah ke USD. Kabar mengenai penyerangan terhadap pusat minyak mentah Saudi Arabia membuat sentimen risiko redup.

Kabar tersebut bergabung dengan nada yang optimis dari perdagangan AS dengan China dimana akan terjadi negosiasi pada bulan Oktober mendatang. Kementerian Dagang China telah mengkonfirmasi mengenai kunjungan dari Menteri Keuangan Beijing yaitu Liao Min ke AS hari Rabu esok. Langkah ini akan membuka potensi negosiasi pada bulan Oktober mendatang.

Fokus Poundsterling Inggris sendiri akan tertuju ke Mahkamah Agung dimana akan mendengarkan alasan mengenai kasus bahwa PM Boris tidak melawan hukum saat berusaha membekukan parlemen Inggris. Kasus ini menjadi penting karena pengadilan dari London dan Skotlandia memberikan tanggapan yang berbeda. Sidang ini akan berjalan selama tiga dari dengan 11 Hakim.

Baca Juga:   Kenaikan Yen Jepang dan Aset Safe Haven ┬áLain Membuat Bank Sentral Khawatir

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar