Poundsterling Inggris Terjun Setelah Inflasi Merosot dan Ekspektasi Pelonggaran BoE

Permintaan beli di sekitar mata uang Poundsterling Inggris melemah diperdagangkan hari Rabu ini (15/1) saat sesi Eropa berlangsung. Poundsterling melemah terhadap saingan utamanya yaitu Dolar AS. Mata uang Britania Raya mengalami pelemahan setelah rilis data mengenai inflasi konsumen yang mengecewakan para pedagang.

Pasca rilis data indeks harga konsumen, pasangan GBPUSD langsung menurun menuju ke level harga 1,2991 atau mewakili penurunan 0,20 persen. Badan Statistika Nasional Inggris melaporkan bahwa inflasi konsumen Inggris naik di level 1,3 persen dalam tahun ke tahun. Hasil itu lebih rendah dari harapan sebelumnya yang berada  1,5 persen. Bahkan menjadi penyampaian indeks harga konsumen yang paling rendah sejak November tahun 2016 lalu.

Jika melihat pada pergerakan tren, memang inflasi Inggris dalam tren menurun yang dibuat sejak bulan November tahun 2016 lalu. Penurunan dimulai ketika inflasi berada pada level 3,1 persen dan terus mengalami penurunan menjauh dari target bank sentral Inggris di level 2 persen. Level ini membuat Poundsterling Inggris melemah tidak mampu menandingi Dolar AS.

Ekspektasi Pelonggaran BoE

Bahkan keputusan penjualan mata uang Pound semakin meyakinkan ketika ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh BoE semakin nyata untuk terjadi. Kemarin memang sempat meluas ekspektasi tersebut setelah Gubernur BoE, Carney memberikan komentar dengan nada yang sangat dovish. Komentar itu juga sempat membuat Poundsterling kehilangan kenaikan cukup besar terhadap USD.

Sinyal pelonggaran kebijakan moneter dari BoE Carney juga mendapatkan dukungan dari BoE Silvana Tenreyro. Dia mengatakan pada hari Jumat pekan lalu bahwa pemangkasan suku bunga diperlukan untuk bulan-bulan selanjutnya. 

Terutama jika memang pertumbuhan ekonomi Inggris terus mengalami perlambatan.  Gertjan Vlieghe yang merupakan anggota BoE juga menyampaikan dukungan pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral.

 

Baca Juga:   Pasca Pemilihan Inggris, Pebisnis Menunggu Kepastian dan Langkah Brexit dari PM Boris Johnson

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar