Poundsterling Inggris Menguat Setelah Kebijakan Baru Pemerintah Inggris

Mata uang Poundsterling Inggris menguat melawan Dolar AS dan menuju ke puncak dalam dua pekan terakhir. Salah satu faktor pendorong pasangan GBPUSD melonjak adalah karena adanya stimulus fiskal tambahan yang lebih besar yang diberikan pemerintah Inggris. Dampaknya pasangan GBPUSD langsung mencatatkan kenaikan ke 1,2650.

Langkah Baru Pemerintah Inggris

Pasar pelaku pasar dan investor sangat bergembira ketika pemerintah Inggris memberikan keputusan kebijakan tersebut. Walaupun mereka pada dasarnya tidak menilai bahwa stimulus fiskal itu mampu mendongkrak Poundsterling Inggris menguat melawan Dolar AS dalam jangka panjang. Alasan penguatan ini mungkin disebabkan oleh lingkungan stimulus yang lebih luas.

Langkah kebijakan terbaru itu disampaikan oleh Kanselir Inggris Rishi Sunak dan memberikan penjelasan mengenai insentif baru bagi banyak perusahaan. Khususnya perusahaan yang mau kembali mempekerjakan pegawai mereka setelah sempat dirumahkan dan merekrut pekerja angkatan muda.

Selain itu bentuk kebijakan fiskal yang diambil oleh pemerintah Inggris adalah dalam bentuk pemangkasan pajak. Bantuan lain dalam bentuk voucher yang bertujuan mendorong minat konsumen untuk belanja di restoran. Carolyn Fairbairn dari CBI mengatakan langkah menteri sudah sangat cocok dengan fokus pada pekerjaan. Karena menekan kurva pengangguran sangat penting untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Memang langkah kebijakan baru-baru ini tidak semasif kebijakan awal masa krisis pandemi. Tapi jika melihat secara keseluruhan, maka seluruh kebijakan yang sudah diambil akan memberikan dampak yang sangat besar dan bisa mendorong naiknya belanja swasta.

Pasca kebijakan itu memang Poundsterling Inggris menguat. Tapi banyak pihak yang menganggap kenaikan itu disebabkan oleh optimisme pembicaraan Brexit Inggris dan Uni Eropa. Walaupun sempat ada nada positif, tapi ancaman terjadinya Brexit tanpa kesepakatan tetap membebani permintaan mata uang Poundsterling. Alasan utamanya karena tidak ada rencana pemerintah Inggris memperpanjang masa pembicaraan.

 

Baca Juga:   China Mendesak AS Agar Menghapus dan Melonggarkan Kenaikan Tarif Sebagai Bagian Kesepakatan Dagang

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar