Poundsterling Inggris Menguat Karena Penutupan Bulan dan Kuartal Kedua

Pasangan mata uang GBPUSD mengalami kenaikan yang sangat mengejutkan para investor global. Permintaan mata uang Poundsterling Inggris menguat walaupun data Inggris mengenai PDB dilaporkan mengalami penurunan. Penguatan itu diduga adalah sebuah langkah penyeimbangan portofolio investasi akhir periode kuartal kedua dari lembaga keuangan global. Selain itu kontrak options juga telah berakhir.

Pimpinan pakar valas dari Exchange Bank of Canada yaitu Erik Bregar mengatakan bahwa saat ini pasar keuangan naik sangat kuat. Penyebabnya adalah pada investor yang beralih menuju ke dua options yang kadaluarsa atau berakhir yaitu EURUSD. Selain itu juga disebabkan oleh aksi penyeimbangan portofolio akhir bukan dan akhir kuartal. Permintaan EURGBP yang selesai berada di tahanan atas dan mendukung Poundsterling Inggris menguat.

Risiko Melemah Masih Tinggi

Tapi walaupun mata uang Pound saat ini mengalami kenaikan, secara luas mata uang itu masih dalam risiko pelemahan dalam jangka panjang dan menengah. Badan Statistika Nasional Inggris mengatakan pertumbuhan ekonomi Inggris pada Q1 2020 berada di -2,2% diubah lebih rendah dari laporan sebelumnya di -2,0%. Dalam tahunan juga turun -1,7% dimana dampak lockdown masih akan bertahan sampai Q2 2020 ini.

Ahli ekonomi Inggris dari Pantheon Economics mengatakan belanja rumah tangga bisa membalikkan diri sampai lebih tinggi jika konsumen mengeluarkan dana tabungan mereka. Sayangnya tingkat keyakinan konsumen akan tetap tertekan akibat pandemi dan lonjakan pengangguran. Simpanan rumah tangga juga bisa naik mencapai puncak sebelum pandemi sehingga hal itu akan membatasi pemulihan ekonomi.

Tantangan Poundsterling Inggris menguat juga datang dari pembicaraan Brexit. Karena jika gagal mencapai kesepakatan, BoE bisa memangkas kembali suku bunga ke level negatif. Hal itu bisa menyebabkan Pound melemah hebat. Sehingga investor akan terus mengawasi segala berita terbaru.

 

Baca Juga:   Beijing Menyiapkan Alokasi Dana Super Besar Untuk Virus Corona

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar