Poundsterling Inggris Mendominasi GBPUSD Karena Optimisme Brexit dan Data AS Yang Lemah

Pergerakan pada pasangan mata uang Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS tampak mengalami fase konsolidasi. Pasangan ini terus bergerak dengan ruang yang sempat saat sesi Asia berlangsung di hari Jumat (11/10). Sebelumnya pasangan sempat mengalami lonjakan menuju ke titik paling tinggi dalam dua pekan terakhir. Namun saat ini GBPUSD tampak mulai stagnan menunggu katalis penggerak baru.

Kemarin GBPUSD tampak tertahan di level harga bulat 1,2200 dan kemudian pada hari Kamis mengalami lonjakan permintaan beli dengan nada yang agresif. Bahkan atas lonjakan permintaan tersebut menjadi catatan terbesar sejak bulan Maret lalu. Bull di sekitar Poundsterling Inggris terjadi setelah adanya kabar yang optimis mengenai polemik Brexit.

Dikabarkan bahwa Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar menyampaikan bahwa kesepakatan Brexit bisa saja didapatkan pada akhir bulan ini. Sebelumnya dia telah melakukan pertemuan dengan PM Boris selama hampir tiga jam. Mereka membicarakan adalah identifikasi jalur yang baik mengenai perbatasan Irlandia. Selain itu juga mengenai bagaimana upaya agar terhindari dari perbatasan keras.

Memang masalah perbatasan Irlandia merupakan masalah yang membuat Brexit semakin berkepanjangan karena tidak ada jalan keluar. Namun pernyataan dari PM Irlandia tersebut membuat masalah ini terang dan akan membawa kembali pembicaraan Brexit ke jalan yang baik.

Didukung Data AS Yang Lemah

Atas kabar tersebut Poundsterling Inggris mengalami lonjakan permintaan beli mencapai 25 pip terhadap Dolar AS. Kondisi juga didukung oleh penjualan di sekitar Dolar AS karena naiknya peluang pemangkasan suku bunga oleh Fed akhir bulan nanti.

Poundsterling Inggris semakin mendominasi ketika AS merilis data mengenai indeks harga konsumen yang tidak sesuai harapan pasar. Data tersebut meningkatkan kembali spekulasi pemangkasan suku bunga yang sebelumnya sempat turun karena ketenagakerjaan AS yang membaik.

Baca Juga:   Yen Jepang Mendominasi USDJPY Karena Meredanya Sentimen Risiko

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar