Poundsterling Inggris Kembali Lemah Terhadap USD Karena Naiknya Risiko Pasar

Perdagangan mata uang Poundsterling Inggris terus mengalami pelemahan setelah ada berita utama Brexit negatif dan juga risiko terbaru. Pasangan mata uang GBPUSD terus merosot dan diperdagangkan di dekat level harga 1,2065 mendekati pembukaan sesi dagang kawasan Eropa hari Selasa (13/8).

Beberapa berita yang membuat Poundsterling Inggris hancur adalah beberapa anggota parlemen Inggris dikabarkan sedang mengatur rencana diam-diam untuk menjegal janji PM Boris mengenai Brexit. Sementara itu konfirmasi dari The Guardian bahwa pertempuran Brexit akan terjadi di parlemen Inggris pada tanggal 9 September mendatang pasca reses parlemen.

Pertempuran ini akan memperjuangkan Inggris dan masa depan Poundsterling Inggris agar tidak keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan atau hard Brexit sesuai janji PM Boris. Namun PM Boris tidak begitu menaruh kekhawatiran mengenai rencana tersebut. Pasalnya Sun memandang Boris tidak menaruh harapan tindakan Uni Eropa kecuali hanya sebuah akhir dari polemik drama di dalam parlemen. Boris juga berusaha untuk melindungi Irlandia melalui kesepakatan.

Fokus Pasar

Saat ini risiko baru yang membebani permintaan Poundsterling Inggris adalah adanya gelombang protes demonstran di Hong Kong. Selain itu pembicaraan dagang antara AS dengan China dan juga kabar dari Korea Selatan dan Australia turut menjadi faktor. Tolak ukur sentimen risiko yaitu yield obligasi Treasury pemerintah AS skala 10 tahun juga merosot sebesar 10 poin menuju ke 1,64 persen.

Kabar terbaru mengenai dinamika perdagangan global dan juga perpolitikan akan menjadi penggerak bagi Poundsterling Inggris. Dari sisi data, rilis mengenai pendapatan rata-rata selama bulan Juni, tingkat pengangguran dan perubahan angka penuntun selama Juli akan menjadi fokus pasar. AS juga akan merilis data mengenai indeks harga konsumen yang akan berperan sebagai katalis pasar.

Baca Juga:   Optimisme Perdagangan Mendorong Saham Asia Hijau Menjelang Penutupan, Fokus Ke Pembaruan Kabar

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar