PM Abe Menyatakan Kondisi Darurat Untuk Beberapa Wilayah Jepang, PDB Diprediksi Akan Anjlok

Setelah sempat mempertimbangan, saat ini PM Jepang Shinzo Abe telah menetapkan dalam kondisi darurat virus Corona. Pasalnya Ibukota Jepang yaitu Tokyo telah mencatat kasus positif virus Corona di atas 1000 kasus. Penetapan status darurat tetap dilakukan walaupun penyebaran wabah virus Corona di Jepang masih tergolong lambat dibandingkan negara lainnya. Namun bagaimanapun ekonomi Jepang sangat terpukul akibat wabah virus Corona ini.

Melihat kondisi penyebaran yang tidak masif, pemerintah Jepang masih tergolong longgar dalam membatasi aktivitas warganya. Namun setelah desakan dari Gubernur Tokyo dan Osaka, maka pemerintah pada akhirnya menetapkan kondisi darurat virus Corona. Sehingga beberapa kota utama seperti Tokyo, Kanagawa, Osaka, China, Saitama, Fukuoka dan Hyogo ditetapkan sedang dalam kondisi darurat.

Penutupan Beberapa Kota

Dalam sebuah pidato, PM Abe mengatakan bahwa penetapan darurat berjalan dengan periode satu bulan. Pemerintah akan terus memastikan bahwa sistem pelayanan medis kuat dan meminta peran serta warga Jepang dengan menjaga jarak kontak. Selain itu sebagai upaya menanggulangi dampak virus Corona terhadap ekonomi Jepang, pemerintah akan meluncurkan stimulus sampai 6 Triliun Yen berupa subsidi tunai.

Pemberlakukan kondisi darurat tidak berarti seluruh wilayah Jepang ditutup total seperti beberapa negara lainnya. Namun beberapa kota yang dinyatakan lockdown akan mengurangi segala aktivitas-aktivitas yang tidak begitu darurat. Sekolah-sekolah ditutup bersama dengan fasilitas publik yang memancing berkumpulnya banyak orang. Tapi jika kondisi terus memburuk, Gubernur bisa mengambil alih dan  mendirikan fasilitas medis sementara

Namun langkah itu akan tetap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Jepang. Goldman Sachs memprediksi bahwa jika kota Tokyo ditutup, maka permintaan masyarakat dalam kota akan mengalami penurunan sampai 40%. Sehingga dampak lebih luas akan menyebabkan tingkat Produk Domestik Bruto Nasional Jepang akan mengalami penurunan sampai 0,7 persen. 

 

Baca Juga:   Ketidakpastian Perdagangan AS-China Adalah Musuh Pertumbuhan, OECD Memperingatkan Karena Memangkas Perkiraan

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar