Pidato Powell Di Jackson Hole Tak Pudarkan Ekspektasi Rate Cut

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi AS masih berada dalam posisi yang baik, tetapi menghadapi risiko-risiko yang signifikan. Pernyataan yang diungkapkannya di simposium Jackson Hole, Wyoming, tersebut meningkatkan pertaruhan akan Rate Cut The Fed bulan depan.

“Ketidakpastian kebijakan perdagangan kemungkinan akan mengambil peran dalam perlambatan global dan melemahnya manufaktur dan belanja modal di Amerika Serikat,” kata Powell Jumat kemarin dalam event yang ditunggu-tunggu pasar tersebut.

Pernyataan tersebut dilontarkannya beberapa saat setelah China mengumumkan kenaikan tarif terhadap $75 miliar barang-barang AS. Powell menambahkan,”Kami akan bertindak dengan kesesuaian untuk melanjutkan ekspansi, seiring kuatnya pasar tenaga kerja dan inflasi yang mendekati target simetris 2 persen.”

powell

“Kita telah melihat lebih banyak bukti yang menunjukkan perlambatan global, terutama di Jerman dan China. Peristiwa-peristiwa geopolitik masih mendominasi berita, termasuk meningkatnya kemungkinan Hard Brexit, ketegangan di Hong Kong, dan kebuntuan solusi akan pemerintahan Italia,” papar Powell.

Menurut William English, Profesor ekonomi di Yale Univerity yang pernah menjadi ekonom senior di The Fed, Powell tidak menunjukkan penentangan terhadap adanya kemungkinan untuk pelonggaran moneter September depan, seperti yang banyak diekspektasikan. Pasalnya, jika Powell mengetahui bahwa pasar salah ekspektasi, maka biasanya ia akan menyampaikan sebentuk protes; sementara pernyataan di simposium tersebut tak terkesan seperti sedang memprotes.

Terbayangi Komentar Trump

Namun demikian, pidato Powell bersamaan dengan komentar Trump setelah China menaikkan tarif impor. Yield-yield obligasi dan Dolar AS runtuh setelah pidato Powell tersebut dan para trader Fed Fund Futures masih mempertahankan jumlah pelonggaran yang mereka ekspektasikan dari bank sentral AS tersebut tahun ini. Trend tersebut meningkat setelah Trump mengatakan bahwa ia akan merespon tarif balasan China, dan menyuruh perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk menghentikan kerja sama dengan China.

“Perusahaan-perusahaan besar Amerika kita, dengan ini, saya perintahkan untuk segera mencari alternatif (perdagangan) dari China, termasuk memulangkan perusahaan-perusahaan Anda dan membuat produk Anda di AS saja.” tambahnya.

Baca Juga:   IMF Menilai Dolar AS Terlalu Tinggi Dibandingkan Dengan Data Ekonomi Dalam Negeri

Tinggalkan sebuah Komentar