Pertumbuhan Ekonomi Jepang Kuartal Empat 2019 Diprediksi Melambat

Saat ini perekonomian Jepang terancam mengalami perlambatan walaupun sudah dilakukan berbagai langkah untuk pendorong pertumbuhan. Petinggi bank sentral Jepang sempat menyampaikan bahwa ekonomi Jepang pada kuartal keempat tahun 2019 memiliki potensi perlambatan. Salah satu yang menjadi alasannya adalah konsumsi dan permintaan ekspor yang merosot. Penyebabnya adalah perang dagang, kebijakan pajak yang tinggi dan wabah virus Corona.

Dengan serangkaian masalah global tersebut menyebabkan prospek ekonomi Jepang untuk tumbuh semakin berat untuk tahun 2019. Eiji Maeda, Direktur Eksekutif BoJ menyampaikan pertumbuhan PDB berpeluang mengalami tekanan yang sangat besar pada laporan kuartal akhir 2019. Permintaan luar negeri yang rendah, konsumsi yang hancur dan pajak yang naik menyebabkan perlambatan terjadi.

Optimis Pada Jangka Panjang

Dia juga menambahkan meskipun saat ini ekonomi Jepang terancam mengalami perlambatan, namun dalam jangka panjang masih akan mengalami pertumbuhan. Adanya optimisme pertumbuhan itu didorong oleh belanja modal dan pengeluaran pemerintah yang cukup tinggi. Hal senada juga diungkapkan oleh ahli ekonomi dari Reuters. Data forecast menampilkan data PDB merosot 3,8 persen dalam kuartal ke kuartal.

Forecast pertumbuhan sangat berbanding terbalik dengan laporan sebelumnya yang tumbuh 1,8 persen. Sementara itu Menteri Perekonomian Jepang, Nishimura Yasutoshi menyampaikan wabah virus dan cuaca dingin yang lebih hangat menyebabkan penjualan barang musiman merosot tajam. Kondisi ini yang membebani ekonomi Jepang saat ini dalam jangka pendek.

Walaupun jika melihat dari statistika, pertambahan korban virus Corona terus mengalami perlambatan. Namun dampak pada lalu lintas ekonomi masih akan ada dalam jangka waktu yang cukup lama. Terlebih lagi Jepang menjadi negara  di luar China dengan laporan virus Corona paling banyak. Beberapa ahli analisa memprediksi ekonomi Jepang masih akan tertekan pada kuartal awal 2020 ini karena wabah virus Corona.

 

Baca Juga:   Jepang, Korea Selatan, China Diperdagangkan Lebih Tinggi Karena Pasar Asia Lainnya Tutup Untuk Jumat Agung

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar