Perang Dagang Mengancam Visi Presiden Xi

Keinginan Presiden China Xi Jinping untuk menjadikan Tiongkok menjadi negara yang memiliki ekonomi paling maju di dunia pada 2050 mendatang akan semakin berat. Pasalnya tujuan besar yang diinginkan Presiden Xi harus terganjal masalah perang dagang dengan AS yang semakin memanas. Bahkan sampai saat ini belum ada kemajuan berarti dari hubungan dagang kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Sementara itu berdasarkan catatan dari Bloomberg bahwa tujuan atau visi besar yang diimpikan Presiden Xi semakin berat. Pasalnya dari hari ke hari Presiden AS Trump telah membuat upaya lonjakan laju perekonomian menuju ke $14 Triliun semakin berat.

Risiko yang paling buruk adalah China akan tertimpa jebakan dari para negara dengan tingkat pendapatan menengah. Sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Presiden Xi. Langkah itu bisa dengan mendorong tingkat konsumsi domestik, melakukan liberalisasi pasar dan meningkatkan teknologi menjadi lebih maju.

Menurut Profesor di Stern School Business Universitas New York bahwa langkah-langkah tersebut tidaklah mudah. Bahkan hanya ada lima negara dalam status berkembang yang sudah melakukan perpindahan menjadi negara maju dengan tetap mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi sejak tahun 1960.

China juga terus berusaha melakukan langkah untuk mempertahankan pertumbuhan ekonominya namun perang dagang dengan AS akan membuatnya semakin berat. IMF juga menyampaikan mengenai tantangan yang harus dihadapi oleh Presiden Xi pada hari Jumat kemarin. Jika memang kesepakatan perang dagang dengan AS tidak terwujud maka akan menghancurkan tujuan Xi untuk menjadi negara ekonomi terkuat dalam jangka panjang. Potensi kesepakatan semakin kecil ketika Presiden Trump memutuskan untuk memberlakukan tarif tambahan atas barang-barang China senilai $300 Miliar pekan lalu.

Baca Juga:   Dolar Menguat, Sterling Naik Pada Perpanjangan Tenggat Waktu Brexit

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar