Perang Dagang Menekan Ekonomi China di Bidang Ekspor

Tingkat ekspor dari China dilaporkan mengalami penurunan selama bulan Agustus kemarin. Pelemahan ini diduga terjadi karena pengiriman produk ke AS yang telah mengalami perlambatan. Dengan rilis data ini maka akan memberikan pertanda bahwa pelemahan ekonomi China lebih lanjut akan terjadi.

Data ini juga semakin memberikan isyarat bahwa saat ini memang sangat membutuhkan stimulus yang lebih besar ketika perang dagang antara AS-China terus meningkat. Pemerintah China sampai sekarang diprediksi akan terus menyampaikan pengumuman mengenai langkah-langkah untuk memberikan dukungan ekonomi China. Langkah ini diambil untuk bisa mencegah terjadinya perlambatan ekonomi yang lebih buruk.

Pasalnya sampai sekarang Amerika Serikat dikabarkan terus meningkatkan tekanannya ke sektor perdagangan. Bahkan karena perlambatan, pemerintah China melalui bank sentralnya memotong syarat cadangan bank untuk kali ketujuh sejak tahun 2018 awal kemarin. Langkah ini diambil untuk membebaskan dana pinjaman yang lebih banyak lagi. Pasca rapat kabinet dikabarkan juga bahwa mungkin akan terjadi pelonggaran kebijakan oleh bank sentral China.

Dampak Perang Dagang

Data ekspor yang disampaikan mengalami penurunan 1 persen tahun ke tahun yang sekaligus menjadi penurunan besar sejak bulan Juni kemarin. Data bea cukai menampilkan penurunan 1,3 persen yang disampaikan pada hari Minggu kemarin.

Dengan data ekonomi China ini maka terlepas dari apa yang disampaikan oleh analis bahwa dengan nilai tukar Yuan yang terus menurun, akan berguna untuk mengimbangi kenaikan tarif yang diberlakukan oleh pemerintah AS. Sebelumnya memang China telah melepas nilai tukar Yuan untuk merosot menuju ke level paling rendah terbaru yang senilai 7 Yuan per Dolar AS.

China sendiri sangat menginginkan kesepakatan perdagangan terjadi dengan AS. Hal ini diungkapkan sebelum kedua belah pihak sepakat melanjutkan negosiasi perdagangan AS-China. Memang tensi perang dagang yang meningkat sangat membuat ekonomi dalam negeri kedua negara terus merosot.

Baca Juga:   Kenaikan Inflasi Konsumen Gagal Membawa Dolar Australia Menguat Terhadap Yen, Tertekan Data NAB

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar