Penjualan Ritel Mendukung Dolar AS Ketika Ekonomi Dalam Bias Perlambatan

Perdagangan di sekitar Dolar AS mengalami penguatan cukup signifikan terhadap beberapa mata uang utama lainnya. USD mengalami pemulihan dari pelemahan sebelumnya terhadap suasana risk-off saat sesi dagang kawasan Asia berlangsung di hari Jumat pagi (16/8). Penguatan ini terjadi karena data mengenai penjualan eceran lebih baik dari prediksi sebelumnya. Kondisi membuat spekulasi pasar mengenai ancaman resesi ekonomi AS mulai berkurang.

Sebelumnya pasar sangat khawatir AS akan mengalami resesi akibat perang dagang yang terus berkepanjangan. Kekhawatiran ini melonjak kuat pada hari Rabu kemarin (14/8) dan membuat aset safe haven menjadi incaran utama pasar. Bahkan grafik imbal hasil obligasi pemerintah AS terbalik untuk kali pertama sejak 12 tahun terakhir.

Namun permintaan safe haven seperti Yen Jepang telah mengalami penurunan saat perdagangan hari Kamis (15/8). Kejadian ini terjadi pasca rilis data mengenai penjualan ritel selama bulan Juli yang mendorong Dolar AS dan menekan safe haven Yen. Kondisi ini membuat kekhawatiran pasar keuangan mengenai ekonomi AS mulai mereda.

Ekonom senior AS dari Capital Economics yaitu Michael Pearce mengatakan bahwa ketika seluruh dunia menuju ke resesi, data penjualan ritel AS menampilkan bangkitnya kekuatan konsumen untuk menjadi penyelamat ekonomi dan mata uang Dolar AS. Kenaikan data tersebut mendorong indeks DXY melonjak menuju ke level harga 98,095 atau mewakili kenaikan sebesar 0,11 persen dan dekat di titik paling tinggi dalam dua minggu terakhir.

Namun saat ini pasar masih khawatir dengan masa depan yield Treasury AS skala 30 tahunan yang merosot menuju ke titik paling rendah di bawah dua persen. Kondisi terbalik pada kurva yield obligasi AS selama beberapa hari terakhir akan diambil sebagai salah satu sinyal bahwa ekonomi AS sedang lemah.

Baca Juga:   Pekerjaan AS Terlihat Mengalami Peningkatan, Penurunan Suku Bunga Masih Diharapkan

 

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar